10 Tahun Maling Ikan Diberbagai Negara, Kapal Andrey Dolgov Dibekuk Di RI

oleh -984 views

Jakarta — Selama 10 tahun lamanya, kapal penangkap ikan liar Andrey Dolgov atau STS-50 merajalela merampok hasil ikan di berbagai belahan perairan dunia. Kapal yang juga dikenal dengan nama Sea Breez 1 ini selalu berhasil melarikan diri kendati berkali-kali dicoba ditangkap oleh aparat berbagai negara.

Pelarian Andrey Dolgov harus berakhir pada bulan April lalu. Kapal yang sudah memiliki noda karat di sana-sini, akhirnya berhasil ditangkap di perairan Selat Malaka, Indonesia oleh armada TNI Angkatan Laut. Petualangan kapal yang sudah menua itu akhirnya berakhir di Selat Malaka.

Sepertinya sulit dipercaya kapal yang sudah berkarat itu menjadi salah satu kapal yang paling dicari di seluruh dunia. Andrey Dolgov sebelumnya selalu berhasil lolos dari pengejaran dan jebakan para aparat internasional di berbagai belahan dunia.

Penangkapan Andrey Dolgov yang melakukan penjarahan ikan di berbagai teritorial negara berhasil dilakukan atas kerja sama internasional antara polisi dan otoritas maritim. Penangkapan Andrey Dolgov yang beroperasi di bawah jaringan kriminal internasional itu juga berhasil dilakukan berkat pemantauan satelit serta kerja para agen seperti film thriller Hollywood.

“Kapten dan kru kapal terkejut saat ditangkap. Mereka mencoba mengatakan bahwa mereka tidak melakukan penangkapan ikan karena lemari pendingin serta beberapa bagian dari kapal tengah rusak,” kata Andreas Aditya Salim seperti dikutip dari BBC, Selasa (19/2/2019).

Di atas kapal Andrey Dolgov ditemukan tumpukan 600 jaring baja halus yang jika dibentangkan bisa mencapai panjang sekitar 29 km. Dalam sekali operasi pencurian, Andrey Dolgov bisa menjaring ikan senilai 6 juta dolar AS atau setara Rp 84 miliar. Ikan hasil tangkapan itu kemudian dijual secara ilegal di pasar gelap atau dicampur dengan ikan legal.(BeritaSatu)