10 TKI Ilegal Terjaring KRI SURIK-645 di Perairan Pulau Sinobi

oleh
oleh
TKI Ilegal yang terjari KRI SURIK-645 diperiksa saat diserahkan ke Lanal TBA

Tanjungbalai – Pangkalan TNI AL Tanjungbalai – Asahan (Lanal TBA) menerima tangkapan 10 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang menopang boat fiber di perairan Pulau Sinobi dari KRI SURIK-645, Sabtu malam (25/11) sekitar pukul 21.00 WIB.

Hal itu disampaikan Danlanal TBA Letkol Laut (P) Bagus Badari Amarulah melalui Dan Unit Intel Lettu Marinir Bania Langkari, pihaknya baru menerima tangkapan 10 TKI Ilegal dan satu unit boat fiber bermesin tempel 40PK dari KRI SURIK-645, mereka terjaring diperairan Pulau Sinobi.

Serah terima tangkapan di atas KRI SURIK-645 dipimpin oleh Letkol Laut (P) Afrilian Sukarno Timur,”10 orang TKI Ilegal, satu orang tekong dan satu unit boat fiber,”jelasnya.

10 TKI Ilegal tampak masih berada diatas boat Fiber yang mengalami rusak mesin di perairan Pulau Sinobi

 

Berdasarkan penjelasan dari KRI SURIK-645, boat fiber itu saat terjaring dalam keadaan rusak dan terombang ambing di perairan sebelah Utara Pulau Sinobi perbatasan Indonesia – Malaysia dengan tujuan Bagan Siapi-api.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tidak ditemukan barang – barang yang mencurigakan seperti narkoba. 10 TKI diserahkan ke Kantor Imigrasi Tanjungbalai sementara tekong boat masih menjalani pemriksaan di Lanal TBA, pungkas Bania Langkari.

Terpisah, Waim (43) tekong boat fiber yang mengangkut 10 orang TKI dari Malaysia tujuan Bagan Siapi-api saat dikonfirmasi mengatakan,  mereka bertolak dari Lumut Malaysia pada hari Rabu (22/11) namun ditengah perjalanan mesin boat mengalami kerusakan, jelas Waim.

Setelah terombang ambing di atas air hampir tiga hari, boat mereka bertemu dengan KRI SURIK-645 yang berpatroli sehingga diamankan, “naas kali bang, kalau tidak mengalami mesin rusak hitungan jam dari Malaysia ke Indonesia,”tegasnya.(Lintang)

No More Posts Available.

No more pages to load.