2019 Tindak Pidana di Wilayah Hukum Polres Asahan Menurun, GM Pekat-IB Apresiasi Kapolres

oleh -786 views

ASAHAN — Jumlah tindak pidana yang terjadi sebanyak 1.713 kasus di wilayah hukum Polres Asahan sepanjang 2019. Jika dibandingkan 2018, jumlah kasus menurun sebanyak 56 kasus. Pada 2018, jumlah tindak pidana sebanyak 1.849 kasus.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu pada acara Press Rilis Kinerja Polres Asahan, di Kisaran, Selasa, (31/12/2019).

“Pada 2019, jumlah tindak pidana yang terjadi sebanyak 1.713. Dari jumlah tersebut, kasus yang telah selesai (penyelesaian tindak pidana/PTP) sebanyak 1.385 kasus,” papar Kapolres.

Kapolres, secara rinci menjasakan, dari seluruh jumlah tindak pidana tersebut, Sat Reskrim beserta Polsek jajaran Polres Asahan telah berhasil mengungkap 1.399 kasus, di luar kasus narkoba.

Kasus menonjol yang terjadi antara lain, pencurian dengan kekerasan (Curas) pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian dengan pemberatan (Curat), dan pemerkosaan, disamping kasus-kasus lainnya.

Kasus pencurian (Curat, Curas, Curanmor, Curbis) sebanyak 608 kasus. Narkoba 314 kasus, dan penganiayaan 243 kasus. “Ada jumlah 31 kasus menonjol yang berhasil kita ungkap. Dan 25 tersangka, terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres mengimbau kepada masyarakat supaya bijak menggunakan media sosial. Sebab pernyataan yang bisa menimbulkan kegaduhan dapat terjerat Undang-undang Informasi dan Teknologi (UU-ITE).

“Kalau dulu ada istilah mulutmu harimaumu, maka sekarang, jarimu adalah harimaumu. Karena itu, mari mita bijak menggunakan medsos,” imbau Kapolres.

Sementara itu, Ketua Generasi Muda Pembela Kesqtuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM PEKAT-IB) Kab.Asahan, Muhammad Dadang Irwan Rany,SH memberikan apresiasi Kapolres AKBP Faisal F Napitupulu beserta jajaran Polres Asahan. Sejauh ini, menurut Dadang, situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Asahan berlangaung kondusif.

“Dan ini, berkat peran masyarakat dan kerjakeras Polres Asahan yang cukup baik. Selain itu, sinergitas antar seluruh unsur Forkopimda berjalan harmonis. Hubungan ini, diharapkan GM Pekat-IB bisa bertahan. Dan semakin lebih ditingkatkan, situasi ini akan mendorong pembangunan berjalan dengan baik, sehingga tercapainya Asahan yang lebih berkemajuan lagi,”ungkap Dadang saat dikonfirmasi Asahan Satu.(AS4)