6 Nelayan Batubara Yang Ditahan Di Malaysia Akan Dipulangkan

oleh -862 views

Batubara — Kerja keras tim advokasi yang ditunjuk Pemkab H. Darius, SH melakukan lobi dengan Jabatan Perikanan dan Pertanian Malaysia menunjukkan hasil memuaskan.

Keenam nelayan asal Batubara yang sempat ditahan Jabatan Perikanan dan Pertanian Malaysia akhirnya bebas murni.

Berita menggembirakan tersebut disampaikan Ketua Masyarakat Nelayan Tradisional Batubara ( Mantab) Sawaluddin Pane didampingi aktifis mangrove Batubara Yusriadi Sitorus kepada wartawan di Lima Puluh, Jumat (01/02/2019).

Dituturkan Sawal, dirinya telah dikhabari oleh tim advokasi H. Darius, SH lewat seluler yang mengatakan tim tiba di Penang Selasa (22/01) dan langsung berkoordinasi dengan Konjen RI Penang melalui Staf Teknis Polri di Konjen Kompol Danu dan Staf Teknis TNI Mayor (L) Dimas LO.

Diungkapkan para nelayan sudah di Konjen Penang sejak Kamis (31/01) dan sedang dalam pengurusan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). “Bila tidak ada halangan hari ini pulang via bandara Kuala Namo,” jelas Sawal.

Keenam nelayan menangis histeris begitu Darius mengabarkan mereka telah boleh pulang ke tanah air. Dengan terbata-bata para nelayan mengucapkan terimakasih kepada Bupati yang dengan cepat respon membebaskan mereka.

Para nelayan juga berterimakasih kepada tim advokasi yang dipimpin H. Darius, SH serta Konjen RI Penang yang telah menunjukkan kinerja briliannya.

Ucapan terimakasih juga disampaikan para nelayan kepada Ketua Mantab Sawaluddin Pane yang telah berjuang meyakinkan Pemkab Batubara untuk membebaskan mereka.

Keenam nelayan yang ditahan di Malaysia yakni Rahimmuddin, Ridwan, Misri, Zulkifli, Badri dan M Edi tidak dapat melakukan perlawanan selain pasrah dijarah perompak.

Usai dirompak, kapal mereka terombang ambing hingga tanpa sadar diduga telah berada di perairan Malaysia.

Belajar dari kejadian yang menimpa nelayan asal Batubara, Yusriadi Sitorus berharap kedepan pemerintah termasuk Pemkab Batubara memberikan pelatihan dan peralatan yang cukup kepada nelayan menghindari masuknya mereka ke wilayah perairan negara tetangga tanpa sadar.
(AS1/Plk)