Ampibi Mengamuk Gruduk Kantor DPRD Batu Bara, Seorang Polisi Terluka

oleh -1.398 views

Asahan Satu || Merasa kesal karena Ketua DPRD Batu Bara tidak ada ditempat, Ratusan massa unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, dari Aliansi Mahasiswa Pekerja dan Buruh Indonesia (Ampibi) Kabupaten Batu Bara di depan gedung DPRD Batu Bara menjadi ricuh, personil Kepolisian Polres Batu Bara menjadi sasaran emosi unras.

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis pada press releasenya, Senin (12/10/2020) petang menjelaskan 350 personil pengamanan dari Polres, TNI dan Sat Pol PP telah melakukan pengamanan unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen mahasiswa dan masyarakat yang berjumlah ratusan orang.

Lanjut Kapolres, awalnya unjuk rasa berjalan damai, aman dan kondusif namun di siang hari sekitar jam 12 pengunjukrasa ingin ketemu dengan Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara.

Ketua DPRD berhalangan sehingga yang ada wakil dan Komisi 3 komisi lainnya sekitar 5 orang ada di sana dan mereka tidak mau diwakilkan harus ketua DPRD dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Batu Bara.

“Karena tidak lengkap mereka ingin masuk ke kantor DPRD Kabupaten Batu Bara. Prediksi kita kalau mereka masuk lebih berbahaya lagi menduduki kantor DPRD dan berpotensi menimbulkan kerusakan”, terang AKBP Ikhwan.

Massa Unras berusaha mendobrak pintu pagar yang sudah dikawal oleh Tim Sabhara Polres Batu Bara.

Disebutkan Kapolres, mereka mungkin emosi tidak bisa masuk tiba-tiba ada yang memulai melempar Batu, maka akhirnya yang lain ikut melempari petugas dengan batu.

Kemudian karena tidak terkendali lemparan batunya melayang kemana-mana bahkan anggota Polres, Kasat Sabhara AKP DP Sinaga terkena lemparan batu besar hingga mengalami luka parah di kepala dan sekarang kami akan rujuk ke rumah sakit Brimob karena kondisinya lemah dan kemudian dia merasa pusing.

Menjawab wartawan Kapolres menyebutkan telah diamankan 44 orang terdiri dari 19 orang siswa sekolah menengah, mahasiswa 11 orang kemudian orang dewasa 12 orang serta 2 orang karyawan dan buruh.

Polisi juga mengamankan 3 unit truk pickup milik pengunjukrasa termasuk sound systim yang mereka gunakan untuk berorasi.

Satu unit sepeda motor patroli milik Dishub Batu Bara diduga dilempari dan dirusak massa. Kaca depan truk pickup yang dipakai berorasi yang turut diamankan di Mapolres juga pecah.

Massa yang berada di belakang mobil komando diduga memicu kericuhan dengan melempar petugas menggunakan batu.

Melihat kebringasan pengunjuk rasa yang mengakibatkan Kasat Shabara luka di kepala, polisi anti huru hara yang telah berjaga-jaga sebelumnya bergerak maju mengejar massa. Gas air mata ditembakkan untuk membubarkan massa yang bertindak anarkis.

Puluhan massa unras dan mobil yang digunakan beserta sound system diamankan polisi, untuk dilakukan pemeriksaan.(Shl)