Anggota DPRD Tanjungbalai Minta LKPP dan Plt Walikota Beri Sanksi Pokja Pemilihan

oleh -190 views

Asahansatu || Seperti diketahui baru-baru ini bahwa telah diumumkan tender pelelangan proyek beberapa kegiatan di situs lpse.tanjungbalaikota.go.id. Namun menurut laporan dari salah satu calon penyedia jasa Kota Tanjungbalai bahwa ada beberapa kegiatan yang di lakukan pembatalan lelang oleh Pokja Pemilihan Penyedia Barang Jasa Kota Tanjungbalai dengan alasan terdapat perbedaan volume pada Bill Of Quantity (BOQ) dengan di kontrak penawaran pada sistem pengadaan secara Elektronik (SPSE) Apendo.

Hal ini menyebabkan kerugian besar pada calon Penyedia Jasa yang telah mengikuti Proses Pelelangan.

Saat di konfirmasi wartawan kepada salah seorang Anggota DPRD Kota Tanjungbalai, Dahman Sirait terkait hal ini, beliau mengatakan ini lah bukti ketidakmampuan dan tidak profesionalnya seluruh personil pokja pemilihan yang diamanahkan untuk melaksanakan proses pemilihan pengadaan barang jasa di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai.

“Hal ini menyebabkan kerugian bagi Masyarakat dan Pemerintah Kota karena proses yang seharusnya berjalan dengan mulus menjadi terhambat waktu pelaksanaannya karena kelalaian dari Pihak Pokja yang ditunjuk”, ungkap Dahman.

Beliau mendesak LKPP dan Plt.Walikota untuk segera melakukan evaluasi terkait sumber daya manusia personil Pokja Pemilihan terlebih-lebih lagi Kepala Bagian BPBJ Kota Tanjungbalai yang bertanggung jawab atas penempatan personil pokja ini dan pembagian tugas paket paket kegiatan yang akan dilelang.

“Hal ini harus segera ditindaklanjuti oleh Plt.Walikota kalau dia sayang dengan Kota Tanjungbalai ini. Kaitannya adalah dengan lambatnya proses pelelangan ini maka berkaitan dengan terhambat pula penyerapan anggaran” lanjut Dahman.

Dahman Sirait mengaku bingung dan sedih melihat kinerja Pokja dan Kepala BPBJ di Tanjungbalai ini, seakan main-main dalam melaksanakan amanah yang telah diberikan untuk pembangunana Kota Tanjungbalai.

Terpisah, Ketua Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM PEKAT-IB) Kota Tanjung Balai, Mahmuddin alias Kacak, menyayangkan tetjadinya pembatalan beberapa tender proyek yang di gelar pihak pokja dan BPBJ Kota Tanjung Balai.

“Penyegeraan proses pembangunan infrastruktur di Kota Tanjung Balai sangat urgent, karena ini menyangkut integritas dan realisasi Visi Misi Plt.Walikota Tanjung Balai. Dalam waktu dekat GM Pekat-IB akan geruduk kantor Walikota meminta Plt.Walikota untuk mengevaluasi panitia pokja dan BPBJ”,terang Kacak.(HNS)

No More Posts Available.

No more pages to load.