Ayo Selamatkan Generasi Bangsa dalam Mewujudkan Sumut Bersinar

oleh -83 views

Asahansatu || Pemberantasan narkoba di tanah air kiranya dapat dilakukan secepatnya dengan hasil yang maksimal, asalkan adanya sinergitas yang solid dari semua berbagai elemen yang menjunjung tinggi konsistensi dalam berkomitmen untuk pemberantasan narkoba guna mewujudkan Sumatera Utara Bersih dari Narkoba (“Sumut Bersinar”).

Tidak hanya dari Kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparatur negara saja, melainkan juga dukungan penuh dari masyarakat sejatinya sangatlah dibutuhkan. Demikian pernyataan tegas Mario Oktavianus Sinaga selaku Ketua Umum Komunitas Gerakan Muda ‘MARSIA’ yang juga diketahui merupakan salah satu penggiat anti narkoba ini kepada awak media, Minggu (18/4/2021), saat dimintai keterangannya dalam menanggapi tentang Deklarasi Tolak Narkoba yang digalakkan oleh pemerintah pusat maupun pemprovsu sendiri.

Mario mengatakan, selama ini gerakan pemberantasan narkoba masih identik dilakukan oleh pihak BNN dan aparat penegak hukum saja. Padahal, semua lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama, yakni bagaimana dapat bersama-sama mendukung tugas pokok BNN dan para penegak hukum dalam memberantas penggunaan dan peredaran narkoba di masyarakat yang selaras dengan himbauan Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pentingnya kerjasama masyarakat Indonesia untuk melawan narkoba.

Selain itu, Mario juga menambahkan, bahwa persoalan narkoba sudah demikian mengkhawatirkan. Ancaman ini bukan hanya menyasar kepada kelompok masyarakat tertentu, namun semua kelompok sudah berada dalam lingkaran peredaran narkoba. Lantaran itu, ajakan Gubernur Sumut Bapak Edy Rahmayadi maupun Kapolda Sumut Bapak Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak bersama Forkopimda lainnya mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam mengatasi masalah narkoba ini tentu patut didukung. Jumlah berbagai elemen masyarakat di Sumut yang demikian besarnya tentu bisa menjadi model besar dalam melawan maraknya peredaran narkoba. Masyarakat harus ikut berperan aktif dalam penanggulangan narkoba. Sebagaimana instruksi Bapak Presiden Jokowi maka diharapkan para stakeholder ikut mencetak kader-kader yang siap melawan ancaman peredaran narkoba, kata Mario Sinaga.

Ancaman narkoba berlaku bagi semua keluarga tidak memandang kelas sosial maupun ekonomi. Perlu kita ketahui bahwa narkoba merenggut sekurangnya 41 nyawa setiap hari di Indonesia, atau hampir 15.000 jiwa setahun. Ketika upaya pencegahan penggunaan narkoba serta pemberantasan peredarannya gencar dilakukan, jaringan gembong narkoba pun tak kalah licik mencari jalan untuk menjual barang maksiat itu. Jaringan ini sudah masuk ke semua lini, termasuk meracuni aparat penegak hukum mulai dari oknum aparat Kepolisian, Kejaksaan, hingga hakim.

Di lembaga pemasyarakatan, di mana para pelaku dibui, terjadi pula transaksi yang melibatkan oknum aparat di dalamnya. Pesohor pun tak lepas dari incaran jaringan pengedar narkoba. Perhatian dan penanganan masalah ini harus lebih serius, konsisten, dan terkoordinasi, harap Mario Sinaga yang juga merupakan Ketua Umum Naga Team Journalist.

Kita tak bisa hanya mengandalkan Polri dan BNN saja. Seluruh elemen bangsa juga harus ikut serta melawan narkoba. Kerja Polri dan BNN sebagai institusi yang mempunyai fungsi mengkoordinasikan penanggulangan narkoba, harus didukung institusi lain.

Dukungan terhadap pemberantasan narkoba juga harus dilakukan dalam bentuk menyiapkan personel polisi yang andal. Petugas di garda terdepan melawan sindikat narkoba ini harus terlindungi, tahan suap, memiliki kepiawaian dalam hal teknologi dan strategi, serta jumlah personel yang memadai.

Penegakan hukum juga harus jelas dan tegas. Mengingat korban yang diakibatkan oleh jaringan narkoba ini, maka para pelakunya harus mendapatkan hukuman setimpal. Sejumlah bandar narkoba yang masih menunggu eksekusi malah terbukti masih berani mengkoordinasi peredaran dari dalam penjara. Fakta ini bisa menjadi catatan bahwa hukuman yang selama ini dijatuhkan tak membuat jera, terangnya.

Selanjutnya Mario mengatakan, Masyarakat harus menjadikan narkoba sebagai musuh kita bersama. Berbagai kasus membuktikan bahwa sindikat narkoba justru memproduksi dan bersembunyi di permukiman warga dan apartemen maupun ditempat kos-kosan. Penangkapan pedagang narkoba semakin mengungkap masalah narkotika di Indonesia sudah menjadi perkara serius.

Keseriusan itu tampak dari indikasi, pertama, jumlah narkoba sangat besar. Kedua, pelakunya orang asing. Jumlah narkoba yang begitu besar menandakan Indonesia telah menjadi pasar narkoba karena barang itu laku keras di sini sehingga pasokan kian banyak. Pedagang narkoba kebanyakan orang asing menunjukkan negara ini merupakan pasar potensial untuk menjual barang haram tersebut. Hal ini tentu memprihatinkan karena barang yang dijual sangat berbahaya yang dapat merusak jiwa bangsa.

Mengingat pengaruh buruknya yang begitu besar bagi penggunanya yang sekarang ini sudah meluas di kalangan remaja maupun orang dewasa, sudah sepatutnya pemerintah berlaku tegas terhadap kasus ini sama seperti pemberantasan korupsi.

Tindakan tegas itu adalah pemberian hukum yang setimpal dengan kerugian yang ditimbulkannya. Selain itu, mulai penyidikan dan pengadilan oleh aparat hukum harus mendapat perhatian ketat. Sebab untuk beberapa kasus narkoba setelah disidangkan hanya mendapat hukuman ringan bahkan bebas karena berkas tuntutan yang dibuat jaksa seperti sengaja dikaburkan. Karena ini perdagangan besar tentu saja pelakunya tidak segan menyuap para penegak hukum untuk dapat dibebaskan. Bila pemerintah tidak mengambil sikap tegas atas masalah ini maka pertaruhannya adalah masa depan bangsa. Sebab pemakaian narkoba di kalangan remaja terus naik seiring dengan mudahnya mendapatkan barang haram tersebut yang secara sebagai perusak moral maupun mental jutaan generasi bangsa, pungkasnya.(Irl)

No More Posts Available.

No more pages to load.