Banjir Putus Jalan Provinsi di Barus-Pakkat Tapteng

oleh -708 views

Tapanuli Tengah — Banjir yang menerjang Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara akibat meluapnya Sungai Sirahar yang diawali hujan deras sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari menyebabkan 2 orang tewas, puluhan luka-luka dan ratusan warga mengungsi.

Banjir itu juga merusak rumah warga dan fasilitas infrastruktur lainnya. Banjir juga dilaporkan melanda Kecamatan Andam Dewi, hingga mengakibatkan Jalan Provinsi Barus-Pakkat putus total. Bahkan, korban tewas dilaporkan 5 orang.

Camat Andam Dewi, Demsi Limbong menjelaskan, jalan provinsi yang mengalami putus total berada di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Andam Dewi, Tapteng, arah Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Lokasinya sangat sulit dilalui. Saat ini tim SAR gabungan sudah berada di lokasi,”ujar Demsi, Rabu (29/1/2020).

Sementara itu, bencana banjir di Kecamatan Andam Dewi menelan korban jiwa. Data sementara, 5 orang dikabarkan meninggal dunia. Ada yang tertimbun tanah longsor dan ada pula yang hanyut.

“Satu orang bermarga Pane, meninggal dunia akibat tertimbun longsor dan sudah dievakuasi. Kemudian, 1 orang marga Marpaung, warga Pakkat yang hanyut juga ditemukan meninggal dunia. Sedangkan 1 korban lainnya mengalami luka-luka dan sudah mendapatkan perawatan,” ungkap Demsi Limbong.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo menyampaikan, banjir yang melanda Kecamatan Barus dan sekitarnya akibat intensitas hujan yang tinggi.

Banjir dengan tinggi muka air sekitar 2 meter-2,5 meter tersebut merendam 7 desa/kelurahan di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Sebanyak 700 KK terdampak banjir.

Ketujuh desa/kelurahan tersebut, Desa Kampung Mudik, Desa Pasar Terandam, Desa Bungo Tanjung, Desa Kinali, Desa Ujung Batu, Kelurahan Batu Gerigis dan Kelurahan Padang Masiang.

“Hingga sejauh ini, tim telah melakukan evakuasi para warga terdampak ke posko pengungsian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah dibantu unsur terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BASARNAS turun ke lapangan,” ungkapnya kepada wartawan.

Kepala BPBD Tapteng, Safaruddin Ananda Nasution, juga membenarkan, pihaknya sejak Selasa malam, telah menurunkan segenap kekuatan personel di sejumlah lokasi bencana banjir dan longsor.

“Kita tetap berkoordinasi dan bersinergi dengan tim SAR gabungan, TNI dan Polri,” ujarnya.

Dia juga membenarkan, 2 orang meninggal dunia akibat peristiwa banjir di Kecamatan Barus. Kedua korban ini merupakan pasangan suami istri.(MB)