Bantah Serobot Lahan Veteran, Ini Penjelasan Dirut PDAM Tirta Silau Piasa

oleh -673 views

ASAHAN — Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Silau Piasa, Ruspin Arif memberikan tanggapan secara resmi terkait dugaan penyerobotan lahan di Jalan Panglima Polem Ujung, Kelurahan Tebing Kisaran, Kecamatan Kisaran Barat, yang sebelumnya lahan itu diklaim milik veteran Almarhum H. Ahmad Dahlan.

Melalui gambar surat yang dikirim Ruspin Arif melalui pesan Whatsapp kepada wartawan Asahansatu.co.id. Senin (24/2) sekira Pukul 10.35. Dimana isi surat tersebut menyampaikan bahwa sengketa tanah yang terletak di Jalan Panglima Polem Ujung telah disampaikan, yaitu telah digugat oleh Saudara Ihwan Dahlan Nasution ke Pengadilan Negeri (PN) Kisaran yang diberi Nomor : 97/Pdt.G/2016/PN. Kis, pada tanggal 9 November 2016, kemudian Banding ke Pengadilan Tinggi Medan dengan perkara Nomor : 283/PDT/2017/PT.MDN, juga sampai pada tingkat Kasasi ke Mahkamah Agung RI dengan Nomor :1312 K/Pdt/2018.

“Bahwa pada tingkat Kasasi dalam perkara Nomor : 1312 K/Pdt/2018.. Mahkamah Agung RI telag memutuskan bahwa tanag terperkara tersebut adalah milik PDAM Tirta Silaupiasa dan menyatakan Menolak Gugatan Penggugat (Ichwan Dahlan Nasution),”terang Ruspin dalam pernyataan surat yang disampaikannya.

Selanjutnya isi surat tersebut menjelaskan bahwa dalam Putusan Mahkamah Agung RI pada tingkat Kasasi tersebut telah dinyatakan Menolak seluruh bukti-bukti surat Penggugat (Ichwan Dahlan Nasution), serta bahwa setelah adanya Putusan Mahkamah Agung RI tersebut ternyata penggugat (Ichwan Dahlan Nasution) pada tanggal 14 Agustus 2019, menggugat kembali melalui PN Kisaran yang diberi Nomor : 40/Pdt.G/2019/PN.Kis, yang mana telah diputuskan oleh PN Kisaran yaitu Menyatalan Gugatan Penggugat (Ichwan Dahlan Nasution) tidak dapat diterima untuk seluruhnya.

“Bahwa dengan Putusan PN Kisaran tersebut Ichwan Dahlan Nasution telah menyatakan Banding, sehingga sampai pada saat ini maaih dalam proses pada tingkat banding di tingkat Pengadilan Tinggi Negeri,”terangnya

Kemudian Ruspin juga mengatakan bahwa pada intinya perkara tersebut bukanlah dengan dirinya, akan tetapi pada saat digugat oleh Ichwan Dahlan Nasution ke Pengadilan, semasa Ruspin menjabat sebagai Direktur PDAM Tirta Silaupiasa.

“Melalui Kasasi yang dikabulkan Mahkamah Agung RI menyatakan Bahwa surat SKT atas nama PDAM Silaupiasa telah dikuatkan sebagaimna termuat pada pertimbangan hukum Mahkamah Agung Nomor : 1312 K/Pdt/2018 tanggal 17 Juli 2018 pada halaman 8 alinea terakhir yang menyebutkan SKT yang diketahui Camat dan Lurah pada masa itu, yang dikuasai secara physik selama 88 tahun sehak tahun 1928, dan selama ini tidak pernah ada keberatan dalam penguasaan objek sengketa oleh para Tergugat,”ungkapnya

Lanjut, Ruspin juga mengatakan bahwa sebaiknya proses sengketa tanah tersebut, diselesaikan dengan menunggu proses hukum.

Sementara itu, salah seorang ahli waris, Ichwan Dahlan yang merupakan anak dari veteran Alm. H. Ahmad Dahlan mengatakan bahwa surat peminjaman antara waterleding pada masa itu yang saat ini menjadi PDAM, dengan H. Abdul Karim, dan memiliki bukti pembayaran pajak atas tanah tersebut. Serta surat SKT dari Pemkab Asahan yang diketahui Camat dan Lurah pada masa itu, secara tertulis dan ditanda tangani menggunakan materai 6000, sudah digugurkan oleh H. Amir Ali yang saat masa itu merupakan Dirut PDAM Tirta Silaupiasa, karena pembuatan SKT diperuntukkan untuk mendapatkan bantuan pipa dan mesin dari Pemkab Asahan, setelah kemudian H.Amir Ali menggugurkan SKT itu usai mengetahui bahwa lahan itu milik H. Abdul Karim.

“Kami juga heran, kenapa pada masa sengketa ada usaha galian C dan menyewakan lahan kepada orang lain, harusnya ya kita tunggu proses pengadilan, lagian apalah tanah itu merupakan Aset Pemkab Asahan, terkait permasalahan ini, kami juga akan membawakan hal ini ke ranah hukum pidana,”ungkapnya saat memberikan keterangam terhadap wartawan. Senin (24/2)

Sementara itu, Ruspin Arif masih mencari tahu apakah usaha Galian C tambang pasir dilahan sengketa tersebut memiliki izin atau tidak.

“Sabar ya kita cek dulu, ada galian C, mau kita cek izinnya, saya masih diluar,”ucap Ruspin kepada wartawan melalui pesan Whatsapp.(AS4)