BEM UNA: Bupati Asahan “The King of Turtle” Dalam Pencegahan Penanganan Banjir

oleh -443 views

Asahansatu || Sepekan terakhir curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi hampir menyeluruh diwilayah Kabupaten Asahan. Tentunya dengan intensitas hujan seperti itu menyebabkan wilayah-wilayah terendam banjir. Seperti Pasar Banjar, Pasar Traktor Perbatasan Tanjungbalai Asahan, Sei Dua Hulu dan lain sebagainya.

Banjir yang terjadi diwilayah tersebut bukan satu atau dua kali, melainkan menjadi langganan diakibatkan berbagai faktor seperti irigasi, dangkalnya sungai, tanggul, dan lain-lain.

Dedek Arif Wibowo, Plt. Presiden Mahasiswa BEM Universitas Asahan menyebutkan, “Miris kita melihat musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Hampir dapat dipastikan, jika curah hujan dengan intensitas tinggi berhari-hari, maka banjir pun tidak dapat dihindarkan.

Dalam kurun waktu kurang setahun, banjir kali ini sudah yang ketiga kali melanda beberapa daerah tersebut. Dan bahkan setiap tahunnya selalu terjadi banjir. Masyarakat yang rumahnya terendam pun harus mendirikan tenda darurat ditepi jalan yang lebih tinggi bahkan juga mengungsi kerumah saudara yang tidak terendam banjir.

Lanjut, BEM UNA memberikan label “The King of Turtle” kepada Bupati Asahan. Palabelan ini bentuk kekecewaan terhadap Bupati Asahan. Turtle yang berarti Kura-kura sangat tepat dilabelkan karena lambatnya pencegahan, penanganan, penanggulan terhadap bencana yang menimpa masyarakat Asahan., Ujar Plt. Presiden Mahasiswa BEM UNA, Senin,(06/09/2021).

Kita berharap, Bupati Asahan segera melakukan kebijakan untuk membantu kebutuhan sembako bagi masyarakat yang terdampak banjir. Serta melakukan upaya-upaya preventif pencegahan bencana banjir, seperti pengerukan irigasi,pengerukan sungai dua hulu dan lain-lain.(**)

No More Posts Available.

No more pages to load.