Bentrok, PB HMI Kecam Tindakan Brutal Kepolisian Terhadap Kader yang Aksi di Istana Negara

oleh -503 views

Jakarta — Polisi membubarkan massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan tindakan anarkis saat unjuk rasa Refleksi 20 Tahun Reformasi di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (21/5). Polisi membubarkan massa tersebut karena melakukan tindakan provokatif dan anarkis saat melakukan unjuk rasa.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) mengecam tindakan brutal yang dilakukan aparat Kepolisian dari Polda Metro Jaya terhadap sejumlah kader HMI yang melakukan akasi demonstrasi 20 Tahun Reformasi di depan Istana Negara, Senin (21/5).

“PB HMI mengutuk keras tindakan aparat kepolisian yang mengakibatkan kader HMI kritis dan dirawat di Rumah Sakit. Seharusnya aparat kepolisian pengayom mahasiswa dan masyarakat yang menympaikan aspirasi,” kata Ketua Komisi Pemudan dan Mahasiswa, Abubakar saat dihubungi Akurat.co, Senin (21/5) malam.

Lebih lanjut, Abubakar meminta aparat yang melakukan tindakan brutal dalam mengamankan demonstrasi tersebut diproses oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (DIV PROPAM ) Polri atas dugaan pelanggaran dalam menjalankan tugasnya.

“Harus diproses oleh Propam atas tindakan brutal itu, karena ada dugaan pelanggaran. Apalagi ini era reformasi yang menjunjung tinggi kebebasan dalam menyampaikan pendapat di muka umum,” tukasnya.

Mahasiswa Universitas Nasional ini pun mengistruksikan kader HMI se-Indonesia untuk melakukan aksi sebagai bentuk kecaman terhadap tindakan yang mengakibatkan 7 kader HMI dalam kondisi kritis di Rumah Sakit.

“Kami menginstruksikan kepada seluruh kader HMI se- Indonesia untuk melakukan aksi solidaritas terkait kekerasan aparat kepolisian yang mengakibatkan kader HMI cabang Jakarta terluka dan kritis,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO cabang Jakarta terkait “Refleksi 20 tahun Reformasi: Jokowi Pemimpin Haram” berujung bentrok dengan petugas kepolisian di Istana Negara.

Akibatnya, tujuh orang peserta demo dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

Ke tujuh mahasiswa yang tergabung dalam HMI tersebut yakni Al Azhar Musa (Ketua Cabang HMI MPO), Irfan Maftuh (Korlab Aksi/ketua umum Front Nasional MPI), Arnol (HMI MPO), Ahmad Kerley (HMI MPO), Alfian (HMI MPO), Arif Ibnu Halim (HMI MPO) dan Lucky Mahendra (HMI MPO). Ke 7 mahasiswa dipukul oleh aparat kepolisian di depan Istana Negara saat melakukan aksi.(**)

Sumber: Akurat.co

No More Posts Available.

No more pages to load.