Asahansatu | Beredar video adanya salah seorang warga yang bernama Simon menyebut nama wali kota Tanjungbalai untuk mengambil alih kios milik MS pelaku pembakaran.
Dalam narasi video, sejumlah pedagang mempertanyakan kedatangan Simon datang ke kios tersebut dengan membawa sejumlah kayu dengan alasan untuk memagari.
Tiarma Boru Gultom menanyakan kepada Simon untuk apa kayu tersebut namun dijawab “terserah ku la, kenapa rupanya”.
Selanjutnya, Tiarma kembali bertanya untuk pagar apa dijawab oleh Simon “Mau tahu saja kau pula, mengapa rupanya.
Kemudian, seorang pedagang menjelaskan bahwa kios tersebut milik pelaku pembakaran dan tidak diperbolehkan untuk diperbaiki oleh siapapun. Kemudian Simon berucap “udah datangi Pak wali”.
Tiarma boru Gultom menyampaikan, bahwa Simon mengklaim kios tersebut miliknya dan atas perintah wali kota Tanjungbalai.
“Kami pedagang pasar TPO sudah sepakat bahwa kios milik pelaku tidak ada yang boleh membangunnya dan kami akan jadikan posko nantinya. Dia (Simon) juga mengaku tidak mengetahui kejadian kebakaran, tidak masuk akal dia tidak mengetahui apa yang telah terjadi di pasar TPO,” kata Tiarma br Gultom.
Tiarma juga meminta kepada Simon agar memanggil Wali kota Tanjungbalai untuk datang langsung ke pasar TPO apakah benar atas perintah beliau.
“Kami suruh dia mendatangkan langsung wali kota kemari (pasar TPO) kalau memang sesuai dengan apa yang diucapkannya,” ucapnya.
Sementara wali kota Tanjungbalai Mahyarudin Salim B saat dikonfirmasi via pesan Whatsapp mengatakan, bahwa video yang beredar membawa nama wali kota hal tersebut tidak benar.
“Saya tegaskan, tidak pernah menginstruksikan atau memerintahkan kepada pihak manapun untuk melawan hukum seperti di video yang beredar,” ujarnya.
Wali kota Tanjungbalai meminta kepada masyarakat jang pernah percaya akan hal tersebut apalagi membawa nama wali kota. Ia juga berharap, agar tidak ada pihak-pihak manapun yang mengambil kesempatan dengan peristiwa yang terjadi di pasar TPO.
“Mengingat saat ini saudara-saudara kita masih dalam keadaan berduka, kita sepatutnya memberikan semangat dan dukungan bukan malah sebaliknya mengambil kesempatan,” ucap Mahyarudin Salim Batubara, Rabu (2/4/2025).
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada modus penipuan yang mengatasnamakan Pemerintah Kota Tanjungbalai maupun Wali kota Tanjungbalai.(HNS)

