Bupati Bisa Digugat Hanya Gara – Gara Jalan Berlubang

oleh
oleh
DPD KNPI bersama Ormas dan OKP gelar bhakti masyarakat tempel jalan di inti kota Kisaran

Asahan – Bersama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP), DPD KNPI Asahan tempel lubang demi keselamatan pengguna jalan.

Hal itu diungkapkan, Ketua DPN KNPI Asahan Agusramanda melalui Wakil Ketua Bidang Hukum Khairul Anhar Harahap, Jumat dini hari (17/11) sekitar pukul 01.30 WIB usai menempel sejumlah lubang yang tersebar di jalan inti kota Kisaran.

Kegiatan ini bukan pencitraan, namun bentuk tanggap kami dengan persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya pengguna jalan,”hampir setiap hari ada pengguna jalan yang terjerembab masuk ke dalam lubang – lubang dan bersyukur tidak sampai menimbulkan korban jiwa,”ujar Khairul.

“Tidak banyak yang kami tempel, namun sedikitnya bisa mengurang jumlah lubang yang siap memangsa korban dan kegiatan pada dini hari ini mendapat dukungan dari sejumlah Ormas dan OKP yang ada,”tambahnya.

Usai menempel lubang di jalan – jalan inti kota, perwakilan dari KNPI, Ormas dan OKP foto bersama

 

Khairul Anhar Harahap menegaskan, kegiatan yang dilakukan dengan dana patungan ini semata untuk menghindari persoalan hukum, masyarakat bisa menggugat Pemerintah Kabupaten Asahan karena dianggap lalai,”pola pembangunan yang dijalan Bupati Asahan kurang pro rakyat, dan terkesan mengedepankan marwa dirinya sebagai kepala daerah”, tegasnya.

Pernyataan itu didukung oleh sejumlah tokoh pemuda yang ikut menyuskseskan kegiatan malam yang diberi nama pemburu lubang,” Adit Satria Tanjung, Efryanto Rany, M Dadang Rany, Adi Chandra Pranata, R Dana Siregar, Kamaluddin Harahap, Solahuddin Marpaung, M Nur,” mereka berasal dari KNPI,PP, IPK, Pekat IB, HMI dan PMII.

Sementara hasil pantauan dilapangan, proyek perawatan yang dikerjakan oleh rekanan Dinas PU PR terkesan tidak propesional, rekanan tampak hanya mengejar lubang – lubang yang perna disoroti seperti di Jalan Marah Rusli, Jalam Madong Lubis dan Jalan Abdi Setya Bhakti Kisaran, sementara lubang – lubang yang berada di jalan inti kota lainya tampak masih terbengkalai.(Lintang)