Buronan Kasus Korupsi 41 Miliar Jamal Stanza Ditangkap Tim Tabur Kajati Sulbar

oleh -383 views

Asahansatu || Jamal Stanza, buronan terpidana kasus Korupsi 41 Miliar di Kabupaten Pasangkayu akhirnya berhasil dicokok tim Jaksa tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat. Rabu, (17/03).

Kajati Sulbar, Johny Manurung kepada wartawan mengatakan, terpidana Korupsi 41 Miliar di Kabupaten Pasangkayu ini, merupakan tangkapan ke 11 dari 15 DPO. Dan diketahui sang DPO Jamal Stanza, ini menjadi buruan tim Tabur selama 11 tahun.”Buronan Korupsi Jamal Stanza ini, baru saja ditangkap tadi pagi sekitar pukul 10.00 wita. Dan diketahui Jamal Stanza ini buronan selama 11 tahun, ”ungkap Johny Manurung.

Dilansir Indigo99, buronan korupsi Jamal Stanza ini salah satu terpidana yang paling lihai dalam pengejaran selama ini dan selalu berhasil lolos dalam pantauan tim Tabur. Dan tadi pagi, merupakan hari naas bagi sang buron tanpa ada pergerakan untuk mau melarikan diri, buronan korupsi Jamal Stanza berhasil ditangkap di kediamannya tanpa ada perlawanan. “Buronan terpidana Jamal Stanza, sudah lama dicari dan buruan oleh tim Tabur Kejati Sulbar, sejak bulan Maret 2020, namun selalu berhasil meloloskan diri, mulai dari Kabupaten Mamuju, ke Kabupaten Polman, Kabupaten Pasangkayu selalu berhasil meloloskan diri dan pada hari ini tim Tabur sukses membekuk terpidana Jamal Staza, di rumahnya tanpa ada perlawanan,” ujar Johny.

Kembali Kajati Sulbar mengungkapkan, bahwa terpidana Jamal Stanza, adalah terpidana Korupsi Dana Kredit Modal Kerja  (KMK) pada Bank BPD Cabang Sulselbar di Kabupaten Pasangkayu dan merugikan keuangan negara sebesar Rp 41.000.000.000,- (empat puluh satu milyar rupiah). Berdasarkan putusan MA No. 1556.K/Pidsus/2010 Tanggal 4 Oktober 2011, terpidana Jama Stanza dijatuhi hukuman penjara selama 4 (empat) tahun, denda Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsider 3 (tiga) bulan penjara dan Uang Pengganti Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah), subsidair 1 (satu) bulan penjara karena terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ketegasan Kajati Sulbar sangat terbukti yang hampir habis menggulung terpidana yang puluhan tahun buron. Dibawa komando Kajati Sulbar, bersama Asisten Intelijen Kejati Sulbar, Irvan Samosir, dengan tegas menyebutkan bahwa tidak ada ruang para pelaku korupsi karena menghambat pembangunan.”Tidak ada ruang yang kami berikan, dan tidak ada tempat bersembunyi bagi mereka. Semua kami akan sikat. Dan berharap bagi yang belum ditangkap lebih baik menyerahkan diri sebelum didapati tim Tabur Kejati Sulbar,” tegas Johny.(**)

No More Posts Available.

No more pages to load.