Dengan Dalih Emosi, Seorang Anak Tega Membunuh Ayah Kandungnya

oleh -1.032 views

Asahansatu || Disebut anak tidak berguna, Irwansyah menghabisi nyawa ayahnya, Khairil Anwar. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun II, Desa Pasar Lembu, Kecamatan Air Joman, Asahan, Kamis (10/6/2021) subuh sekira pukul 04.00 WIB.

Dalam waktu kurang dari 24 Jam, Unit Jahtanras Satreskrim Polres Asahan mengungkap pelaku pembunuhan Khairil Anwar (57), warga Dusun II Desa Pasar Lembu Kecamatan Air Joman.

Tim yang dipimpin Kanit Jahtanras Polres Asahan, Iptu Moelyoto SH berhasil meringkus Irwansyah, pelaku pembunuhan yang tak lain anak korban Khairil Anwar, dari rumah korban, Kamis (10/6/2021) sekira pukul 16.45 WIB.

Kepada kru media, pelaku Irwansyah mengaku emosi karena ayahnya (korban) menyebut dirinya (pelaku) sebagai anak yang tak berguna. Sehingga dirinya tega menghabisi nyawa ayahnya.“Saat itu, sekira pukul 04.00 WIB, aku sengaja datang ke rumah ayah dengan maksud mengantarkan makanan ayah,” tutur Irwansyah kepada kru media di Mapolres Asahan, Kamis (10/6/2021) sekira pukul 18.30 WIB.

Namun begitu bertemu, korban langsung marah-marah dan menyebut Irwansyah sebagai anak tak berguna. Kanit Jahtanras Sat Reskrim Polres Asahan, Iptu Moelyoto SH (kiri). “Dibilang ayah aku anak gak berguna. Padahal selama ini aku yang mengurus dia (korban,red). Aku langsung emosi, kupukul lah dia (korban) bang,” ujarnya.

Dikatakannya, karena pukulan pelaku itu, korban Khairil jatuh telungkup. Lalu pelaku mengikat kaki dantangan korban menggunakan kain sarung korban. “Setelah kuikat, ayah kucekik. Setelah mati, tangan, kaki dan mulutnya (korban) kulakban,”akunya.

Saat ditanya terkait uang tunai senilai Rp3 Juta yang diamankan dari sakunya, pelaku mengaku uang tersebut dipersiapkan untuk biaya penguburan korban. “Itu sisa uang jual tanah 5 bulan lalu, sebanyak Rp18 Juta. Digunakan untuk biaya berobat dan makan ayah, sisanya Rp3 Juta untuk biaya penguburan sama makan-makan yang nguburkan,” jelasnya.

Pelaku juga menerangkan bahwa dirinya merupakan anak tunggal dan telah menikah namun belum memiliki anak. “Perampokan itu tidak ada. Yang katanya uang korban ada diambil, itu diciptakan pelaku sendiri,” terang Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ramadhani SH MH melalui Kanit Jahtanras.

“Masih banyak yang perlu kita ungkap dari pengakuan pelaku. Hasil lidik, diduga kejadian itu sudah diatur pelaku. Engsel pintu belakang terlihat sengaja dirusak oleh pelaku,” pungkas Iptu Moelyoto SH.(TSN)

No More Posts Available.

No more pages to load.