Dianggap Melakukan Pemborosan di Tengah Covid19, GM PPMA Geruduk Kantor Koperindag Asahan

oleh -877 views

Asahansatu || Generasi Muda Perkumpulan Persaudaraan Masyarakat Asahan (GM PPMA) menggelar aspirasi spontan di depan kantor Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Pemkab Asahan terkait pemborosan anggaran APBD ditengah pandemi Covid-19, di Jalan Ahmad Yani, Kisaran. Senin (16/08/2021) jam 11.00 Wib.

Dalam orasinya, Koordinator aksi GM PPMA, Muhammad Syafii menyatakan Dinas Koperindag dianggap melakukan pemborosan anggaran dimasa sulit pandemi ini.

“Menjadi kajian GM PPMA saat ini dinas Koperindag diyakini melakukan kelalaian dimana pada program proyek pembangunan TA.2021 khusus fisik non konstruksi/pengadaan barang dan belanja rutin/swakelola kami anggap tidak menyentuh pada kondisi dan kepentingan masyarakat saat bencana Covid-19”,teriak Syafi’i.

Selanjutnya GM PPMA menyampaikan beberapa item yang terkesan pemborosan ditengah bencana Covid-19 seperti, Pelaksanaan Promosi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Tingkat Kabupaten/Kota Rp.649.910.000. Penyelenggaraan Promosi dan Misi Dagang BagiProduk Ekspor Unggulan yang terdapat pada 1 saerah Kab./Kota, Pameran Dagang Nasional Rp.277,498,775. Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah, Pemeliharaan/Rehab Gedung Kantor Rp.209.882.000. Perawatan Kantor dan Biaya Umum Rp.35.804.000, Rehab Ringan TUM Rp.62.928.000, Rehab Ringan Kantor Metrologi Rp.111.150.000. Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Distribusi Perdagangan, Penyediaan Sarana Distribusi Rp.150.000.000, dan Rehab Sedang Gedung Rp.136.340.550. Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah, Pengadaan Mebel Rp.43.947.500, Pengadaan Sarana dan Prasarana Gedung Kantor atau Bangunan Lainnya Rp.78.051.850. Administrasi Umum Perangkat Daerah 7 item dengan total Rp.258.326.234.

“Harusnya Dinas Koperindag Asahan melalui usulan maupun realisasi anggarannya lebih memprioritaskan kesejahteraan masyarakat dimasa pandemi covid-19 ini, karena jelas merosotnya perekonomian akibat pandemi di seluruh wilayah Nusantara khususnya Asahan menjadi tanggungjawab pemerintah untuk membangkitkan kembali keterpurukan kehidupan, bukan malah terindikasi mementingkan diri sendiri”,pungkas Syafi’i.

Dalam orasinya M.Syafii juga meminta agar Bupati Asahan mengavaluasi Kadis Koperindag. Dinas Koperindag Asahan kami anggap melakukan Pemborosan Anggaran APBD dan terindikasi berprilaku Korup. Kami meminta Bupati Asahan untuk mencopot Kepala Dinas, karena kami anggap tidak berkompeten ditengah masa-masa sulit akibat wabah Covid19 dan lalai terhadap kepentingan masyarakat”,ujarnya.

Dihadapan para pengunjukrasa Kepala Dinas Koperindag, Witoyo mengatakan bahwa apa yang di sampaikan pengunjukrasa tidak berdasar. “Program ini sebelum refocusing APBD Asahan dan statman kalian ini adalah bohong, iya saya pertanggung jawabkan”,ungkap Kadis Witoyo.

Sempat terjadi kekisruhan dan perdebatan saat aksi berlangsung antara pengunjukrasa dengan ASN Dinas Koperindag, bahkan seorang ASN mencoba merampas toa/pengeras suara, namun Kepala Dinas langsung melerai sehingga keadaan kembali terkendali.(SFN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.