Dihadapan Gubernur Sumut Aktivis Tanjung Balai Gelar Aksi Sampaikan Aspirasi

oleh -229 views

Asahansatu || Empat orang pemuda yang tergabung Aktivis Pemuda Kota Tanjungbalai (APEKTA) melakukan aksi unjuk rasa spontan di halaman Kantor Walikota Tanjungbalai menyampaikan tuntutan kepada Gubernur Sumatera Utara saat berkunjung ke Tanjungbalai, agar menuntaskan persoalan galian C , dan banyaknya lampu jalan yang mati di Kota Tanjungbalai. Kamis (5/8/2021)

Dalam orasinya, kacak alonso meminta Gubernur Sumatera Utara agar menuntaskan sejumlah permasalahan yang ada di Kota Tanjungbalai, diantaranya. Rusaknya jalan anwar idris karena seringnya dumtruck galian C keluar masuk, banyaknya lampu jalan mati, dan tidak adanya perhatian pemerintah terhadap jalan D. I. Panjaitan.

“Kami minta Bapak Gubsu turun tangan untuk menuntaskan permasalahan yang ada di kota kami termasuk jalan rusak akibat menjamurnya Galian C yang diduga ilegal terus menerus beroperasi,” Ucap Kacak yang didampingi Rudy Bhakti, Mahmuddin, serta M. Ryanda

Hal yang sama juga disampaikan Rudy Bhakti, maraknya kegiatan penambangan (galian c) yang diduga ilegal tepatnya di Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur. Menyebabkan jalan rusak dan jalanan penuh dengan debu.

“Tolong kami pak, setiap hari masyarakat makan debu akibat aktivitas truck pengangkut pasir Galian C yang kami duga di back-up anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungbalai berinisial A, tanpa adanya tindakan tegas dari pemerintah kota,” ungkap Rudy.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tanjungbalai H. Waris Thalib, S.Ag.,M.M. saat menemui pengunjuk rasa menyampaikan bahwa seluruh permasalahan yang disampaikan akan ditangani secepatnya oleh Satpol PP dan Pemerintah Kota Tanjungbalai.

“Terkait aktivitas tambang galian C kita akan periksa izinnya, jika terbukti ilegal maka harus ditutup, lampu penerangan jalan umum akan segera diselesaikan oleh dinas terkait karena ini tugasnya pemerintah kota, dan untuk jalan D.I. Panjaitan pengerjaannya akan dimulai tahun ini,” Pungkas Gubernur Sumut.

Edi Rahmayadi juga menambahkan, bahwa ini tugas Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penertiban terhadap galian C yang di duga ilegal. Karena, izin Penambangan (Galian C) hanya dikeluarkanlah oleh Porvinsi dengan mengikuti aturan yang ada.

“Seharusnya ini tugas SatpolPP untuk menindak tambang tersebut jika memang tidak ada izinnya. Dan para pengusaha penambang, harus memperhatikan aturan yang ada, jangan sampai merusak ekosistem sungai yang dapat menyababkan masalah lain”, Pungkas Gubsu.

Setelah menerima para pemuda tersebut, Gubernur Sumatera Utara bertolak kembali. Dan para aktivis tersebut membubarkan diri dengan damai. (HNS).

No More Posts Available.

No more pages to load.