Eks Guru Menang Gugatan di PHI, Pesantren Daar Al Ulum Asahan Diminta Bayar Pesangon Rp74 Juta

oleh -362 views

Asahansatu || Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Medan mengabulkan gugatan eks salah satu guru Yayasan Pesantren Modern Daar AL Ulum (PMDU) Asahan.

Dari hasil putusan tersebut, eks salah satu guru di PMDU Asahan bernama Nono Astono dinyatakan menang atas gugatannya. Dan pihak tergugat dalam hal ini Yayasan PMDU Asahan wajib membayarkan pesangon, penghargaan masa kerja dan pergantian perumahan dan perobatan sebesar Rp 74 juta.

Kuasa Hukum Nono Astono, Hendra Gunawan SH MH mengaku puas atas keputusan hakim yang dinilai telah objektif dalam upayanya menyelesaikan perkara. Dan putusan itu menunjukkan hakim memihak kepada kebenaran yang sesungguhnya.

“Alhamdulillah, berdasarkan Perkara PHI Register No. 140/Pdt-Sus-PHI/2020/1/PN Mdn, majelis hakim PN Medan yang diketuai oleh Jarihat Simarmata SH MH telah mengabulkan sebahagian gugatan klien kami Nono Astono, seorang guru pemegang bidang study pada Yayasan PMDU Asahan, terkait pembayaran kompensasi uang pesangon, penghargaan masa kerja dan pergantian perumahan dan perobatan,” kata Hendra Gunawan SH MH kepada Asahansatu, Selasa (14/9/2021).

Ia menjelaskan hasil putusan tersebut mencerminkan majelis hakim bersikap independen dalam menjalankan fungsi penegakan hukum.

Keputusan majelis membuktikan hukum di Indonesia masih tegak berdiri dan berpihak pada kebenaran.

Sebagaimana diketahui, gugatan yang dilayangkan Nono Astono terhadap Yayasan PMDU Asahan sebagai tergugat, bermula dari tindakan Yayasan yang secara sepihak telah memutuskan hubungan kerja dengan Nono Astono pada tanggal 16 Mei 2020 dengan alasan dituduh melakukan kesalahan karena tidak menjalankan amanah sesuai tugas pokok dan fungsi yang telah diberikan Yayasan dan juga diminta untuk mengosongkan rumah dinas guru yang ditempati Nono Astono selaku penggugat.

Padahal Nono Astono telah mengabdikan diri selama 20 tahun di Yayasan Pesantren Modern Daar Al Ulum Asahan tersebut, namun dirinya tidak mendapatkan pesangon ataupun uang penghargaan masa kerja.

Nono Astono sendiri telah mengajukan pengaduan ke Disnaker Asahan untuk dilakukan mediasi Tripartit, namun tidak juga membuahkan hasil.

Karena tidak ingin haknya dikebiri oleh Yayasan PMDU Asahan, maka Nono Astono menempuh proses perselisihan ini hingga akhirnya bergulir di pengadilan meski Disnaker telah membuat surat anjurkan agar pihak Yayasan PMDU Asahan memenuhi hak-hak Nono Astono.

Tergugat dalam perkara PHI ini yaitu Yasayan Pesantren Daar Ulum (PMDU) Asahan yang diwakili oleh Drs HM Sya’ban Nasution MA selaku Sekretaris Yayasan.

Sementara Nono Astono selaku Penggugat tersebut dikuasakan kepada advokat dan Konsultasi Hukum pada Kantor Alya Keadilan, Hendra Gunawan SH MH. (HER)

No More Posts Available.

No more pages to load.