Gagal Panen Akibat Limbah PT, Masyarakat Geruduk Kantor Bupati Asahan

oleh

Asahansatu | Ratusan masyarakat Desa Gajah dan Desa Sukajadi, Kec. Meranti Kabupaten Asahan Menggelar aksi unjuk rasa dihalaman Kantor Bupati Asahan dan Kantor Mapolres Asahan. Kamis (06/062024)

Aksi yang di gelar lantaran masyarakat kesal akibat ulah PT. Mandiri Abadi Sawit Sejati (PT.Mass) yang berada di Desa Perjuangan Kec. Sei Balai Kabupaten Batubara yang diduga telah membuang limbah beracun ke areal persawahan penduduk secara sengaja melalui aliran Anak sungai Sei Kasim.

Akibat limbah perusahaan itu masyarakat mengalami gagal panen, ribuan ekor ternak unggas mereka mati, dan biota air juga mendadak mati.

Dalam orasinya Muhammad Syafi’i Ketua Umum Ikatan Pemuda Mahasiswa Asahan Tanjungbalai Batubara (IPM ASTARA) mengungkapkan dirinya merasa prihatin atas peristiwa yang terjadi di 2 Desa itu.

Saya sangat prihatin melihat situasi yang terjadi di desa Gajah dan desa Sukajadi Kecamatan Meranti kabupaten Asahan. Mereka mengalami kerugian besar akibat limbah PT. Mass yang kami nilai dibuang secara sengaja oleh pihak perusahaan. Hari ini kami hadir disini didepan halaman Pemkab Asahan untuk meminta sikap dan langkah Kongkret Bupati Asahan H. Surya BSc dan Kapolres Asahan atas kezoliman dan penjajahan yang dilakukan pihak PT. Mass terhadap petani.”Teriak M. Syafi’i

Menunggu terlalu lama menunggu tanggapan, situasi menjadi memanas. Pendemo memaksa memasuki kantor bupati sehingga aksi dorong dorongan dengan Satpol PP tak terelakkan.

Setelah ricuh, pendemo disambut oleh Kakan Kesbangpol Pemkab Asahan Nizar Simatupang dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Joni Barus.

Dihadapan pendemo Nizar Mengatakan bahwa bupati sedang tidak ada ditempat ada kegiatan diluar kota. Sementara itu Joni menjelaskan terkait persolan ini Dinas lingkungan hidup sudah melakukan CrossChek ke lokasi dan sudah menyurati Dinas lingkungan hidup kabupaten batubara dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 04 Juni 2024.”Terangnya.

Tak puas dengan jawaban perwakilan Pemkab Asahan pendemo meninggalkan kantor bupati lalu mendatangi Polres Asahan.

Saat tiba di Mapolres Asahan pengunjuk rasa disambut oleh Kasat Reskrim Polres Asahan AKP. Rianto SH.,MAP. dihadapan pendemo Rianto menjelaskan bahwa polres asahan sudah melakukan lidik terkait kasus limbah di PT. Mass.

“Unit Tipiter Polres Asahan sudah turun ke lokasi aliran anak sungai yang diduga di cemari oleh PT. Mass. Saya berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas, bersama unit Tipiter nanti saya akan datang lagi kesana untuk kepentingan hukum lebih lanjut.”jelas Rianto.

Puas atas penyampaian Kasatreskrim massa aksi mengapresiasi kinerja Polres Asahan dan menggelar Foto bersama.(MSI)