GMMA Kecamatan Pulau Rakyat Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H

oleh -265 views

Asahan Satu || Gerakan Muda Mudi Adz-Dziniyah (GMMA ) Kecamatan Pulo Rakyat Kabupaten Asahan, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriyah.

Kegiatan yang tergabung dengan Remaja Mesjid Jami’ At-Taqwa Desa Persatuan itu mengangat tema Meneladani Nabi Muhammad SAW.

Dalam tausyiahnya, Ustadz Ten Nopember Sitorus,SAg berpesan kepada umat Islam agar meneladani Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) dan mencintainya sepenuh hati. Sebagai tauladan umat, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok manusia yang luar biasa yang kemuliaannya tidak dimiliki oleh makhluk apapun di dunia.

“Peringatan Maulid Nabi SAW sesungguhnya bukanlah bid’ah yang dihukumi ahli neraka, bagaimana mungkin orang bersalawat kepada Nabinya masuk api neraka.Justru peringatan Maulid Nabi, hukumnya hampir menjadi wajib di zaman sekarang dimana banyak orang tidak mengenal lagi Nabinya”.ungkap Ustadz.

Masih dikatakan Ustadz, umat Islam di zaman sekarang banyak yang kehilangan makna dan hakikat hidupnya.”Ketahuilah bahwa yang pertama kali diciptakan oleh Allah bukan dunia dan seisinya, melainkan Nur-nya Nabi Muhammad SAW. Artinya, sebelum ada dunia, Nur Rasulullah SAW atau cahayanya Rasulullah itu sudah ada. Dan kita semua berkumpul di sini bersalawat itu karena Allah.

Dari banyak dalil Maulid Nabi SAW, salah satunya ada dalam Alqur’an, Allah Ta’ala berfirman:

قُلۡ بِفَضۡلِ اللّٰهِ وَبِرَحۡمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلۡيَـفۡرَحُوۡا ؕ هُوَ خَيۡرٌ مِّمَّا يَجۡمَعُوۡنَ‎

Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS Yunus: 58)

Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah rahmat terbesar yang diberikan Allah untuk alam semesta. Sangkin mulianya, keringat Beliau pernah disimpan dalam botol dan dijadikan minyak wangi. Ketika berjalan, Beliau juga dinaungi awan.

Inilah hakikat Maulid Nabi yang kita gelar. Kita bercerita tentang kemuliaan Beliau agar kita bisa meneladaninya.

Di akhir ceramahnya, beliau mengatakan bahwa negara tidak akan eksis tanpa keberadaan media. Peran media sangat membantu kemajuan bangsa. Beliau berpesan kepada pekerja media agar memberikan pemberitaan yang benar dan berusaha mencerdaskan umat.

Beliau juga mengajak jamaah agar menghidupkan sunnah-sunnah Nabi. Salah satu amalan yang disampaikannya adalah mendawamkan tidur dalam keadaan berwudhu dan berdoa agar bisa mimpi Rasulullah SAW.

Saat dikonfirmasi wartawan, Sekretaris GMMA Kab.Asahan Aris Ardi Sinaga mengatakan, bahwa peringatan Maulid Nabi ini merupakan yang pertama kali digelar. Kegiatan semacam ini diharapkannya juga bisa digelar secara rutin mengingat manfaat dan barokahnya yang luar biasa.

“Pegangan kita adalah Allah SWT dan Rasul-Nya, semoga kita semua tetap menjadi pengikut Rasulullah SAW hingga hari kiamat,” ujar Aris Sinaga.