Harga Bahan Pokok Naik Menjelang Tahun Baru 2024

oleh

Asahansatu | Menjelang tahun baru 2024, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di pasar Kota Kisaran mulai melonjak naik. Kenaikan harga kebutuhan tersebut berkisar antara Rp.2000-5000 per kilogramnya. Seoerti di pasar jalan Diponegoro, Kota Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan.

Dari pantauan Asahansatu, pada pasar Diponegoro Kisaran, Sabtu (30/12/2023), bahan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya, cabai merah dari Rp 36.000/kg menjadi Rp 40.000/kg, cabai hijau dari Rp 16.000/kg menjadi Rp 24.000/kg, bawang putih stabil tetap Rp 15.000 – 20.000/kg, bawang merah dari Rp 28.000/kg menjadi Rp.40.000/kg

Selanjutnya untuk harga daging ayam stabil berkisar Rp 25.000/kg, Ikan kembung dari Rp 40.000/kg menjadi Rp50.000/kg, sementara daging sapi/lembu mencapai Rp. 130.000 /kg

Untuk beberapa bahan pokok lainnya seperti telur, minyak, gula dan lain sebagainya menurut para pedagang harga relatif stabil.

Seorang pedagang cabai RN Simanjuntak (34) menyebutkan, kenaikan harga sudah sejak 7 hari terakhir, biasa dalam kenaikan harga petani sudah mengkompromikan nya dengan goup pedagang untuk pemerataan harga dan hal ini sudah biasa terjadi karena umumnya harga bahan pokok naik menjelang hari-hari besar atau musim liburan,

“Jelang pergantian tahun atau hari-hari besar dan liburan harga bahan pokok selalu mengalami kenaikan. Kurang tahu naiknya karena apa mungkin karena pekerjanya libur menjelang hari besar, sudah ambil cuti makanya petani cari orang untuk kerja cadangan dengan bayaran diatas standar bang, tapi itu pun biasa di kompromi kan lagi ke grup pedagang supaya kami tau mau jual brapa di pajak,”ungkapnya kepada wartawan.

Darman, pedagang ikan laut juga mengatakan bahwa ikan yang sekarang sedang naik harganya adalah ikan kembung dari Rp.40.000/kg menjadi Rp.50.000/kg. Kenaikan harga dikarenakan pemasok ikan jarang masuk ke pedagang pasar.

“Ikan laut yang naik cuma ikan kembung, dari empat puluh ribu naek jadi limpol bang perkilo, kadang sampek lima puluh lima ribu perkilogram bang lantaran bahan payah masuk bang,”ujar Darman.

Ditempat yang sama, seorang pembeli Ibu Dina (38) mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok yang mencapai Rp 5.000 sampai Rp.10.000 lebih. Ia merasa kenaikan harga tersebut sudah cukup tinggi bagi kalangan menengah kebawah.

“Naiknya harga ini lumayan terasa juga bah bang, sampek sepuluh ribu sendiri kalau seperti awak ini ekonominya ya gelisah,”imbuhnya.(JHN)