Harmonisasi Pers dan Penguasa

oleh
oleh

Kisaran – Hubungan antara pers dan penguasa menjadi seperti gelombang yang naik-turun tapi tak pernah pernah terputus. Keduanya saling membutuhkan.

“Tapi, harap dimaklumi kalau pers lebih cenderung mengkritisi daripada memuji. Itulah pers yang ideal, yang selalu memerankan diri sebagai watchdog of the government,”kata Bendahara DPC KWRI Asahan, Suheri.

Sekalipun para penyelenggara negara berkinerja cukup baik, kata ayah anak satu ini, tetap saja pers harus rajin menyalak agar para penguasa itu mawas diri.

Apalagi, jika kinerja mereka relatif buruk. Hal itu biasanya menjadi sasaran empuk bagi pers. Karena itulah dapat dimaklumi jika ada sebagian pers yang cenderung lebih suka memotret sisi-sisi jelek pemerintah daripada sisi-sisi bagusnya.

Terhadap pers yang suka menyalak itu para penguasa hendaknya tak alergi dan terburu-buru menyimpulkan dengan mengatakan, misalnya, pers tersebut ditunggangi kepentingan politik tertentu atau pers tersebut berniat menyerang (melakukan pembunuhan karakter) pihak tertentu.

Akhirnya, renungkanlah sepotong kalimat bermakna yang pernah diucapkan oleh Presiden ke-3 AS, Thomas Jefferson (1801-1809). When it is left me to decide whether we should have a government without newspapers, or newspapers without government, I should not hesitate to prefer the letter.

(Jika saya ditanya mana yang akan saya pilih, pemerintah tanpa surat kabar atau surat kabar tanpa pemerintah, tanpa ragu saya akan memilih yang terakhir). ***