IPM ASTARA Minta Periksa Sekwan dan 45 Anggota DPRD Asahan

oleh

Asahansatu || Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Mahasiswa Asahan Tanjungbalai Batubara (DPP IPM ASTARA) menggelar aksi unjuk rasa dihalaman kantor DPRD Asahan meminta Kapolres dan Kajari Periksa Sekawan serta 45 Anggota DPRD di Asahan,”Kamis (05/10/2023)

Ketua Umum DPP IPM ASTARA, Muhammad Syafii dalam orasinya mengatakan banyaknya kejanggalan anggaran pada Sekretariat DPRD Asahan yang terindikasi digelembungkan oleh DPRD dan sekwan pada sekretariat DPRD Asahan.

“Kami minta ketua DPRD dan sekwan segeralah keluar dari singgasananya untuk menjawab semua pertanyaan kami jangan hanya duduk diam di kursi bapak yang berputar putar pak, jika bapak memang perduli terhadap rakyat tolong tanggapi aspirasi kami.”teriak M.Syafi’i.

Mendengar jeritan dari pendemo yang begitu lantang dan sempat terjadi dorong dorongan antara mahasiswa dengan Satpol PP dan pihak kepolisian, akhirnya ketua Komisi A Fraksi PDI, Jansen segera keluar untuk memberikan tanggapan terhadap ekspresi mahasiswa dan mengundang masuk di ruangan rapat Madani DPRD Asahan.

Penyampaian aspirasi di ruang Madani itu di ikuti oleh fraksi Golkar Yolita, Kabag Umum Sekretariat DPRD, Kabag Keuangan Kasat Intelkam Polres Asahan dan Jensen Ketua komisi A yang bertindak sebagai fasilitator.

Diforum tersebut pengunjukrasa minta paparan penggunaan anggaran secara rinci pada sekretariat DPRD asahan diantaranya:

1. Belanja Sewa Alat Kantor Lainnya Total Pagu Rp.605.000.000
2. Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan – Alat Angkutan Darat Bermotor Kendaraan Dinas Bermotor Total Pagu Rp.363.570.000
3. Belanja Tagihan Telephon Total Pagu Rp.198. 400.000
4. Belanja Tagihan Listrik Total Pagu Rp. 360. 147.224
5. Belanja Modal Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan Total Pagu Rp. 755.000.000.

Pertanyaan langsung dijawab oleh para Kabag sekretaris DPRD, seperti poin pertama, anggaran reses seluruh anggota DPRD Asahan untuk pembiayaan soundsystem, Teratak, sedangkan poin kedua untuk biaya perawatan mobil dinas sebanyak 5 unit. Pada poin ketiga itu untuk pembiayaan wifi pada sekretariat DPRD. Untuk selanjutnya pada poin ke empat itu pembiayaan tagihan listrik pada sekretariat DPRD dan rumah dinas ketua DPRD.dan poin terakhir yang kelima itu untuk pembiayaan untuk membeli mobil Fortuner untuk ketua DPRD. Jika ada anggaran yang lebih itu kami silfa kan termasuk pada poin 2345.

Mendengar paparan yang ada, IPM Astara menyatakan kan mosi tidak percaya terhadap sekwan dan 45 Anggota DPRD Asahan karena karena dinilai bobrok dalam rangka menjalankan tugas dan dinilai membengkak bengkak anggaran.

Mana mungkin mobil baru bisa rusak sehingga menyerap anggaran rp.33.440.000/Unitnya dalam pertahun sebagaimana yang disampaikan para Kabag itu dan semua paparan yang menyangkut kegiatan di sekretariat DPRD ini digelembungkan oleh DPR dan sekwan kami sudah dengar semua tadi dengan jelas terkait anggaran itu, semua itu tidak masuk akal.”Keluh M. Syafi’i di hadapan wartawan.

DPP IPM Astara juga akan melaporkan Sekwan dan 45 Anggota DPRD Asahan ke Polres Asahan dan Kajari Asahan.(JHN)

No More Posts Available.

No more pages to load.