Khairul Anhar Harahap Jenguk Ibu Satimen Penderita Gangguan Mental Di Sei Renggas

oleh -2.091 views

ASAHAN — Sahuti informasi dari Masyarakat, Ketua Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM Pekat-IB) Khairul Anhar Harahap SH menjenguk warga kurang mampu di Lingkungan IV Kelurahan Sei Renggas Kec.Kisaran Barat, Senin (4/2/2019)

Dilokasi, Khairul menyatakan mendapat informasi dari warga bahwa ada seorang Ibu (Satimen.red) yang bertahun tahun hidup di gubuk rewot, bersama dua anaknya yang masih belia.

“Kita terjun ke lokasi ini, prihatin melihat kondisi tempat tinggalnya yang hanya berukuran 2 x 3 Meter, Sudah 4 tahun ditinggal suaminya dan sekarang harus menghidupi ke dua anaknya dengan kondisi diduga keterbelakangan mental” ungkapnya prihatin kepada asahansatu.co.id

Masih dikatakan Khairul, Bupati Asahan H Taupan Gama Simatupang diminta untuk datang ke rumah Ibu Satimen melihat kondisi kehidupannya, agar rumah ibu ini juga dimasukkan ke program bedah rumah pemkab dan dimasukkan sebagai peserta penerima subsidi beras sejahtera (Rastra).

“Besar harapan kami Bupati dapat merehab rumah Ibu Satimen agar layak huni, rutin menyalurkan subsidi beras sejahtera (Rastra), serta Kepala Dinas Kesehatan juga diharapkan membantu memulihkan kondisi mental beliau yang terganggu akibat ditinggal pergi suami serta kondisi hidup dibawah garis kemiskinannya”,ujar Khairul.

(Sebelah kanan, Ketua GM Pekat-IB Sumut Khairul Anhar Harahap SH melihat kondisi gubuk Ibu Satimen)

Poniman Kepling IV (Kampung Sembong)
Kel Sei Renggas Kec. Kisaran Barat ketika mendampingi ditanya, mengatakan bahwa Ibu Satimen yang berumur 48 tahun sudah menjanda selama 4 tahun lamanya ditinggal suami.

“4 tahun ditinggal suami, sejak itu tinggal menumpang di belakang rumah kakaknya, gubuk reyot yang dihuninya berukuran 2×3 meter, Sehari – hari mencari barang bekas (botot) untuk nafkahnya serta anaknya, ada juga gangguan mentalnya terkadang malam hari menjerit-jerit dan menangis”,ujar Poniman

Poniman juga menyampaikan rasa terimakasih atas kedatang GM Pekat-IB Sumut untuk melihat secara langsung kondisi warganya.

“Terimakasih kami ucapkan untuk GM Pekat-IB Khairul Anhar Harahap beserta rombongan, telah memberikan santunan dan sembako untuk Satimen, saya harapkan organisasi ini terus berbuat dan membantu masyarakat”,tutupnya.(**)

Sebelum meninggalkan lokasi, kepada asahan satu.co.id, aktivis sosial tersebut juga meminta Bupati untuk menugaskan seluruh Camat, Lurah dan Kepling untuk benar benar teliti dalam melakukan verifikasi penerima bansos subsidi beras sejahtera (rastra) yang sebelumnya disebut bantuan beras miskin (Raskin) mengingat mereka lah yang lebih mengetahui warganya yang berhak menerima bansos rastra.

Karena itu, sebelum disalurkan bantuan sosial itu maka harus memiliki data yang valid dan update. Khairul Anhar Harahap mengharapkan semua pihak yang terkait harus serius mendata calon penerima bansos itu sehingga tepat sasaran.

(Kondisi gubuk tempat tinggal Ibu Satini yang butuh perhatian pemerintah daerah)

Politisi muda itu mengaku selama ini sejumlah warga telah melapor padanya bahwa ada kepala keluarga (KK) yang seharusnya menerima Rastra, namun tidak menerima. “Hal ini terjadi karena kekeliruan data seperti orang yang sudah berpindah tempat tinggal, sudah meninggal, atau prilaku oknum tertentu yang menyalurkan Rastra ke kalangan keluarganya” ujar Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara Nomor 5 dari Partai Bulan Bintang tersebut.

Tidak akurat data menyebabkan sebagian warga yang berhak menerima merasa seperti pilih kasih dalam memberikan bantuan tersebut. Rastra peruntukannya untuk masyarakat kurang mampu, bukan untuk keluarga penyalur bantuan Rastra tersebut.

Diingatkan juga instansi terkait melakukan update pendataan ulang alur distribusi Rastra agar penyalurannya tepat sasaran.

“Diharapkan peran serta semua pihak pro aktif mendata calon penerima Rastra di Kabupaten Asahan ini dengan sistem jemput bola, Disebutkannya pula pada pertengahan 2018 pola penyaluran dilakukan melalui kepemilikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sehingga tidak semua warga bisa menerima bansos tersebut nantinya. Bantuan itu diberikan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang dikucurkan Kementerian Sosial, sehingga warga seperti Ibu Satimen ini terbantu hidupnya.(**)