Khawatir Kantornya Dibakar, Kejari janjikan GM Pekat – IB Penanganan Serius Atas Kasus SMK Negeri 2 Kisaran

oleh -464 views

KISARAN — Permasalah yang terjadi atas Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kisaran ternyata berbuntut panjang.

Kejaksaan Negeri Kisaran melalui Kasintel Boby Sirait SH dalam penyampaiannya dihadapan pengunjukrasa mengaku khawatir kantornya yang berada di jalan WR Supratman Kisaran itu dibakar massa dari Generasi Muda Pembela Kesatuan Indonesia Bersatu ( GM PEKAT-IB) Asahan. Lohhh….???

“Ngumpulkan data gak bisa eksak. Misalnya harus satu bulan. Gak bisa kita janjikan itu. Nanti ketika saya berjanji 1 bulan tidak ada kalian bakar kantor ini. Tolong dukung kami, monitor (penanganan kasus, red),” aku Boby menjawab tuntutan massa dari GM PEKAT-IB Asahan terkait batas waktu penetapan status Zulfikar selaku Kepala Sekolah sekaligus penyelesaian kasus yang saat ini terjadi di SMK Negeri 2 Kisaran, Jumat (11/5) siang.

Lanjut Boby, penetapan status tersangka seseorang membutuhkan proses hukum yang berkesinambungan, harus mengumpulkan cukup bukti, tidak seperti ilmu matematika.

“Secara koridor hukumnya, kita sudah lakukan pemeriksaan tentang dana BOS tahun 2017 di SMK Negeri 2 Kisaran. Soal penetapan tersangka, nanti kalau (Zulfikar) kita tetapkan tersangka, tapi bukti tidak cukup, terakhir kita nanti diprapidkan, malunya luar biasa. Bagaimana kita sebagai penegak hukum salah dalam menetapkan tersangka seseorang. Kami mohon dukungan kawan kawan GM PEKAT-IB. Bila ada informasi silahkan serahkan kepada kami,” aku Boby di hadapan massa.

Seperti diketahui, kedatangan massa dari GM PEKAT-IB Asahan ke Kantor Kejaksaan Negeri Kisaran, Jumat (11/5) terkait indikasi penyelewengan Dana BOS Tahun 2017 dan pengadaan barang fiktip di SMK Negeri 2 Kisaran, yang diduga dilakukan Zulfikar selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kisaran.

Dalam tuntutannya, massa yang dikordinir oleh Joshua Crhistian Tobing itu salah satunya mengungkapkan tidak terlaksananya buku praktek jurusan teknik dan bisnis sepeda motor (TBSM) di SMK Negeri 2 Kisaran dan banyak kegiatan lainnya.

“Mendesak Zulfikar untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya. Meminta kejaksaan negeri kisaran melakukan penyelidikan serius, penahanan dan menetapkan status tersangka terhadap zulfikar atas penyelewengan dana BOS Rp.1,6 Milyar,” karena berkas laporan dari masyarakat atas SMK N2 Kisaran kami anggap sudah memenuhi unsur tindak pidana, teriak Candra dalam orasinya.

Dalam orasinya Candra juga menyampaikan, “Kepala Dinas Pendidikan (Bapak Asmunan), DPRD Kab. Asahan dan UPT Dinas Pendidikan Prov. Sumut secara moral maupun fungsinya juga harus bertanggung jawab atas konflik di SMK N 2 Kisaran”. Pencopotan jabatan Kepsek Zulfikar adalah jalan terbaik demi masadepan SMK N 2 Kisaran,ujarnya.

Usai menyampaikan aspirasinya, massa selanjutnya meninggalkan Kantor Kejaksaan Negeri Kisaran dengan tertib, dilanjutkan ke Bundara Tugu jalan Imam Bonjol Kisaran. Sembari memberi pesan kepada pihak Kejaksaan bahwa GM PEKAT-IB Asahan akan terus mengawal proses kasus Kepsek SMK N.2 Kisaran dan melanjutkan gerakan sosial kontrol ini sampai ke tingkat Sumut (Kejaksaan Tinggi dan Pemprov). (A2)

No More Posts Available.

No more pages to load.