“Kisah Ketika Allah SWT Mendamaikan Persoalan Hambanya Sesama Muslim”

oleh -1.635 views

Diriwayatkan, suatu hari Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Di tengah perbincangan dengan para sahabat tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.

Umar R.A yang berada di situ, bertanya: “Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah ?” Rasulullah SAW menjawab: “Aku diberitahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah SWT”.

Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata: “Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku”. Allah SWT berfirman: “Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun !?” Orang itu berkata: “Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya”.

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya, beliau menangis. Lalu, beliau Rasulullah SAW berkata: “Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, dimana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya”.

Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah SWT berkata kepada orang yang mengadu tadi: “Sekarang angkat kepalamu”.Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata: “Ya Rabb, aku melihat didepanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan intan berlian.

Lanjutnya, Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb ? Untuk orang shiddiq yang mana, ya Rabb ? Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb ?”

Allah SWT berfirman: “Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya”. Orang itu berkata: “Siapakah yang mampu membayar harganya, ya Rabb ?” Allah berfirman: “Engkau pun mampu membayar harganya”.

Orang itu terheran-heran, sambil berkata: “Dengan cara apa hamba membayarnya, ya Rabb ?” Allah berfirman: “CARA nya, engkau MAAF kan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku”. Orang itu berkata: “Ya Rabb, kini aku memaafkannya”.
Allah berfirman: “Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu”.

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah SAW berkata: “Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAF kan. Sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin”. **

Saudara dan sahabat kami tercinta,
Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah adalah “Meminta maaf, Memberi maaf, dan saling Memaafkan”.

“Maafkan diriku saudara dan sahabatku sekiranya pernah menyakitimu dalam perkataan dan perbuatan. Semoga kita bersama-sama masuk syurga nya Allah SWT”….آمِيّنْ

Marhaban Yaa Ramadhan
Mohon maaf lahir dan bathin.
Selamat menyambut dan menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H/2019

Salam persaudaraan persahabatan kami,
Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM Pekat-IB) Sumut
KHAIRUL ANHAR HARAHAP, SH

(Kisah diatas terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih)

(Dikutip dari akun medsos Edy Rahmayadi)

No More Posts Available.

No more pages to load.