Kisah Nenek Peluk Batang Pohon Demi Selamatkan Cucunya Saat Banjir

oleh -1.544 views

Gowa — Tangan Nur Janna terus memeluk erat cucunya, Waliziab Muhammad Nur (2), sambil berpegangan di sebuah pohon ketika banjir melanda rumah mereka di Kompleks BTN Zigma Royal Part Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Gowa, Rabu (23/1/2019).

Pegangan Nur Janna dan cucunya sempat terlepas dan terseret banjir. Keduanya berhasil selamat setelah warga melempar pelampung. Sayangnya, banjir begitu deras dan cepat bertambah tinggi.

Nur Janna dan cucunya pun terpaksa berpegangan di sebuah pohon agar tidak terseret lagi. Kurang lebih tiga jam, Nur Janna dan cucunya berhasil dievakuasi oleh tim SAR.

“Untung ada warga yang tolong lalu dikasih pelampung. Mertua saya kembali berpegangan di ranting sambil gendong cucu. Tiga jam dia berpegangan sambil menunggu pertolongan,” kata Nurfardiansyah, menantu Nur Janna.

Setelah itu, Nurfardiansyah segera membawa Nur Janna dan Waliziab ke Rumah Sakit Syekh Yusuf, Gowa, untuk dirawat. Satu jam setelah perawatan, Nur Janna akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

“Sempat dipulangkan ke rumah karena baik-baik perasaannya. Tapi tadi habis Ashar tidak enak perasaannya,” kata Nurfardiansyah, Rabu (23/1/2019), dilansir dari Kompas.com

Nurfardiansyah menceritakan, saat banjir melanda, dirinya tak berada di rumah. Dirinya sempat menelepon ibu mertuanya untuk menyelamatkan diri.

“Mertua saya terus berjalan. Air rupanya terus meninggi. Melalui telepon, saya minta dia mencari pegangan ke pohon,” kisah Nurfardiansyah.

Dirinya juga meminta warga untuk memotret kondisi Nur Janna dan mengirimkannya ke Tim SAR agar segera mendapat pertolongan.

“Foto yang beredar ke media sosial itu atas permintaan saya kepada warga. Saya kirimkan foto itu ke Basarnas untuk meminta pertolongan perahu karet,” tambahnya.(**)