Kuasai Badan Jalan, Pedagang Bisa Dipidana Penjara dan Denda Rp.1,5 Milyar

oleh
oleh
Jalan Teuku Cikditiro Kisaran yang dikuasi pedagang sehingga mengganggu pengguna jalan (F/AS.dok)

Asahan – Pedagang yang berjualan di seputaran kota Kisaran dengan memanfaatkan badan jalan bisa dipidana penjara dan denda Rp.1,5 milyar.

Hal itu diungkapkan praktisi hukum Sujarwo SH, S.Hum Sabtu (9/12) saat berbincang dengan Asahansatu.com.”Kondisi ini mencerminkan ketidakmampuan pemerintah dalam menangani permasalahan yang sebenarnya bisa ditekan sejak dini, jangan beralasan karena faktor kemanusiaan sehingga mengabaikan kepentingan umum lainya,”tegas Sujarwo.

Sesuai dengan UU No.38 Tahun 2004 Tentang Jalan, pada pasal 63 ayat (1) “setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 ayat (1), dipidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp.1,5 milyar,”

Jelas ditegaskan pasal 12 ayat (1) “setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan”, itu jelas peraturannya, jadi tidak ada alasan sehingga mengorbankan kepentingan umum lainnya.

Sebelumnya Camat Kota Kisaran Barat, Agus Jaka Putra Ginting saat dikonfirmasi membantah telah memberikan izin kepada pedagang untuk berjualan di atas badan jalan, namun diakui juga jika izin itu hanya bentuk rasa kemanusiaan sembari menunggu kesiapan pemerintah menyediahkan lokasi, kata Agus Jaka Putra Ginting.

Hal senada dikatakan Legino Kabid Penegak Perundangan Sat Pol PP Kabupaten Asahan saat dikonfirmasi mengatakan, pemindahan sebagian pedagang yang berjualan di Jalan H Misbah ke Jalan Teuku Cikditiro Kisaran hanya bersifat sementara sembari menunggu kesiapan Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopdag) untuk menempatkan pedagang – pedagang itu.(Maruli Simamora)

No More Posts Available.

No more pages to load.