Layanan Kebidanan RSU HAMS Kisaran Ditutup, GM PPMA Minta Bupati Copot Dirut

oleh -1.080 views

Asahansatu || Mulai hari ini, tanggal 07 Agustus 2021 Pelayanan Kebidanan di Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran untuk sementara waktu ditutup, tidak dapat memberikan pelayanan hingga tanggal 15 Agustus 2021 mendatang.

Demikian hal tersebut diterangkan Direktur RSUD HAMS Kisaran dr. Edi Iskandar pada pengumuman yang menempel di dinding pengumuman RSUD tersebut, Sabtu (07/08/2021).

Dimana isi dari pengumuman tersebut berisikan ” Diberitahukan bahwa RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran Tidak Dapat Melayani Pasien Kebidanan Terhitung Mulai Hari Sabtu 07 Agustus 2021 Hingga Hari Minggu 15 Agustus 2021 Dikarenakan Beberapa Staf Kebidanan RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran Terkonfirmasi Positif Covid -19″.

Sementara Direktur RSUD HAMS Kisaran dr. Edi Iskandar saat dihubungi wartawan membenarkan adanya pengumuman tersebut, dan mengatakan penghentian pelayanan kebidanan ini dilakukan guna memutus mata rantai Covid -19.

“Mari sama sama kita doakan para staf Kebidanan yang terpapar Covid–19 segera cepat sembuh,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Generasi Muda Perkumpulan Persaudaraan Masyarakat Asahan (GM PPMA), Khairul Anhar Harahap, menyayangkan kebijakan Dirut RSUD HAMS Kisaran menutup layanan pasien kebidanan. Karena menurutnya dapat berdampak pada kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Asahan.

“RSUD HAMS itu milik Pemkab yang dibangun dan dikelola dari uang-uang Rakyat. Jangan seenaknya menutup. Kebijakan menambah penderitaan itu namanya memperburuk keadaan”,terang Khairul.

Selanjutnya Khairul juga mengungkapkan bahwa Pemkab memiliki ribuan tenaga kebidanan yang tersebar di 29 puskesmas se-Kab.Asahan, harusnya itu bisa jadi alternatif penugasan.

“Petugas yang sakit diobati, dicukupi kebutuhannya saat perawatan, gizinya dipenuhi, bisa juga isolasi mandiri atau ditempatkan di fasilitas yang telah disiapkan Satgas Covid-19. Ruangan yang dianggap terkontaminasi dikosongkan dan di sterilkan selama 12 jam, dianalisis potensi terpaparnya dari mana, jika dari dalam kenapa bisa?, apakah karena kelalaian atau karena kurangnya peralatan pelindung. Saya pikir Dirut terlalu panik sehingga melakukan kebijakan yang nyeleneh, masyarakat yang jadi korban”,ujar Khairul.

Melihat kondisi layanan RSUD HAMS Kisaran tersebut yang semakin hari merosot, ditambah situasi pandemi Covid-19 di Asahan dengan kinerja Direktur yang dianggap gagal. Maka DPP GM PPMA juga mendesak Bupati Asahan H.Surya,BSC untuk segera mengevaluasi dan mencopot Dirut RSUD HAMS Kisaran.

“Agar situasi berubah dan RSUD HAMS Kisaran dapat memaksimalkan layanan kesehatan masyarakat dan berinovasi dalam berbagai keterbatasan, maka Bupati Asahan layak mencopot Dirut. Perlu diingat wabah Covid-19 terus meningkat. Kesiapsiagaan Pemkab dan masyarakat penting melaluinya”,tegas Khairul mengakhiri.(SFN)

No More Posts Available.

No more pages to load.