LSM ACI dan ‘KAMPAK’ Koalisi IJAB Segera Laporkan CV Yoga

oleh -964 views

Batu Bara – Pasca pesta HUT 13 Batu Bara, masih berbuntut cerita yang tak mengenakkan, biaya yang fantastis 1,5 Milyar dengan kegiatan yang minim menuai masalah besar.
Hari jadi kelahiran sebuah kota/daerah seyogyanya akan diakhiri dengan suka cita, namun bebeda dari wilayah lain. Keberadaan Batu Bara sebagai kabupaten dan daerah otonomi baru yang terlahir sejak 13 tahun lalu usai dimekarkan dari Asahan, bakal selalu tak pernah luput dirundung masalah akibat ulah oknum-oknum yang ingin mencari ajang guna memperkaya diri sendiri.

Bahkan hal remeh temeh yang sejatinya merupakan pesta tahunan rakyat dalam bentuk perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) kabupaten pun, telah terkotori oleh ulah oknum penyelenggara acara atau Event Oganizer (EO) seperti yang terjadi dalam perayaan HUT Ke XIII (13) kabupaten Batu Bara yang berlangsug selama 5 hari dari Kamis 5 Desember 2019 sampai dengan 9 Desember 2019 yang lalu.

Terkait manipulasi banyak item yang sangat tidak sesuai dengan Rincian Anggaran Belanja Langsung Program Dan Kegiatan Dalam Uraian RKAP HUT ke 13 kab. Batu Bara bernomor registrasi 5.2.2.03.1, telah pun banyak mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Sebagaimana sebelumnya telah diberitakan bahwa Koalisi Mahasiswa Anti Korup (KAMPAK) maupun LSM ACI (Advokasi Citra Independen) akan melaporkan dugaan temuan manipulasi yang dilakukan oleh CV. Yohara Gemilang selaku EO utama penyelenggara.

Rabu (18/12/2019) sekira pukul 17.00 WIB, prihal banyaknya manipulasi anggaran kegiatan dalam HUT 13 kab. Batu Bara yang diungkapkan pula oleh Sultan Aminuddin alias Ucok Kodam selaku Ketua Umum Insan Jurnalis Batu Bara (IJAB), terkait ini pihaknya menyatakan akan berkoalisi dan mendukung upaya KAMPAK dan ACI untuk melaporkan EO yakni CV. Yohara Gemilang selaku pemenang tender dan pengalokasi biaya kegiatan.

“Sebab selain memanipulasi dekorasi stand, jumlah kursi plastik dan sofa, penyediaan Generator (genset), manipulasi uang santunan anak yatim piatu, bahkan biaya hiburan artis ibukota serta hiburan artis lokal turut disulap EO. Kami melansir dari link portal nasional bahwa dari 9 artis dangdut papan atas, Uut Permatasari tidak termasuk dalam bursa artis dangdut dengan bayaran mahal. Dan terkait permasalahan ini, patut diduga kalau EO sengaja menyulap bahwa HUT ke 13 Batu Bara akan jadi sejarah bayaran Uut Permatasari”, imbuh warga Tanjung Tiram ini.

Ucok Kodam juga membeberkan bahwa berdasarkan informasi dari kenalannya yang merupakan seorang pengusaha EO kelas Nasional, tarif ke 9 artis dangdut papan atas tersebut cuma sebesar Rp. 60 juta sampai Rp. 100 juta dalam 1 kali show. Sedang dalam 1 kali show, sang artis biasanya hanya melantunkan 5 atau 7 lagu saja.

“Saya sempat konfirmasi dengan teman saya seorang mantan EO yang pernah lama dikontrak oleh merk Rokok ternama, katanya 9 artis papan atas dengan tarif termahal yaitu, Ayu Ting Ting, Via Vallen, Zaskia Gotik, Dewi Persik, Siti Badriah, Iis Dahlia, Inul Daratista, Nella Kharisma dan Cita Citata, jadi Uut Permatasari tidak masuk dalam daftar sebab honor bersangkutan cuma sebesar Rp. 40 juta dalam sekali show”, bilang Ketua IJAB tersebut.

“Sementara dalam Uraian Rincian belanja langsung, tertera bahwa biaya hiburan artis ibukota adalah sejumlah Rp. 150 juta, sedangkan biaya artis lokal sebanyak Rp. 25 juta maka total biaya untuk hiburan artis tersebut mencapai nilai yang lumayan. Jadi kami sarankan kepada penegak hukum, setelah menerima laporan kami hendaknya memanggil Uut Permatasari guna dikonfrontir soal dugaan manipulasi ini, apalagi sewaktu show di HUT ke 13 Batu Bara lalu, Uut ternyata cuma melantunkan 5 lagu saja”, tegas Ucok Kodam menyarankan.

Pada saat penyerahan berkas di Instansi terkait akan di saksikan puluhan media cetak dan Televisi, tambah Ucok Kodam. (AS2/Plk)

No More Posts Available.

No more pages to load.