MAK: Helloo… “DANA ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH UMMAT 2016-2017 Rp.15 M YANG DI KELOLA BAZNAS ASAHAN DIMANA” ?

oleh -416 views

 

KISARAN — Kepala Sekolah Madrasah Anti Korupsi (MAK) Pemuda Muhammadiyah Asahan mempersoalkan surat dari Bupati Asahan tentang materi zakat, infaq dan sedekah (ZIS) di lingkungan Pemkab Asahan.

Surat yang dipersoalkan yaitu Surat bernomor 451.12 / 1799 yang isinya berisi imbauan kepada seluruh staf / pegawai / karyawan, UPT / mitra kerja dan rekanan / pemborong / kontraktor untuk membayar ZIS ke Badan Amil Zakat (BAZ) Nasional Kabupaten Asahan. Menurut Kepala Madrasah Anti Korupsi Pemuda Muhammadiyah Asahan Wahyu Adi, kepengurusan BAZ Kabupaten Asahan sudah berakhir per Agustus 2017 lalu.

“Kita mengkhawatirkan dana zakat, infak dan sedekah ini nantinya disalahgunakan,” katanya, Selasa (8/5).

Wahyu Adi menjelaskan, dari data yang mereka peroleh dana ZIS yang masuk ke BAZ Asahan sejak tahun 2016 lalu berada pada kisaran Rp 14,8 miliar.

“Dana ZIS itu Rp 14.8M, dan hingga 2017 itu mencapai Rp 15M, itu dananya sebesar itu diletak dimana? Buat apa yang diendapkan sampai sekarang tak tau kemana rimbanya, dan juga ini sudah keluar surat himbauan yang diteken Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang untuk ngumpulkan dana ZIS,.

Sebelum kemunculan baznal, setiap PNS Wajib dan langsung mengumpulkan uang ZIS untuk saat ini. Tak hanya itu, ia juga akan mempertanyakan siapa pengisi baznas itu sendiri lantaran tahu baznas Asahan saat ini sedang kosong. Dikatakannya, bahwa saat itu pimpinan baznas adalah kemenag Asahan.

“Coba kita telaah bersama, itu dana besar yang diperuntukkan kemana? Nah jika untuk ummat, kok tidak ada kabarnya? Ini terindikasi ada perbuatan yang menyalahi aturan atau lakukanlah sendiri atau kelompok. Pengakarannya ustadz semua, dan kami rasa belum berkompeten secara syariah, atau dikukuhkan ulang pilih orang-orang yang berkompeten dalam ekonomi syariah dan hukum syariah, jangan sampai uang ummat itu hilang jadi saja tak tau kemana rimbanya, “pungkasnya.

Berkaca dari pengalaman tahun 2016 menurut Wahyu, Baznas Asahan memiliki masalah dalam manajemen. Ada UPT yang sampai 1 tahun tidak menyetorkan dana ZIS itu ke baznas, padahal dananya sudah dipotong langsung dari para PNS setiap bulannya saat menerima gaji.

“Sistemnya lemah, ini mesti diperbaiki, dan kami menunggu itikad baik dari baznas maupun Bupati untuk mengklarifikasinya ke publik,” ujarnya.

Pihak Kemenag Asaha Hayatsyah saat di konfirmasi melalui sambungan telepon tidak memberikan keterangan sedikitpun.

“Saya masih ada pengajian, nanti saja,” ujarnya.(**)

 

 

Sumber: rmolsumut.com

No More Posts Available.

No more pages to load.