Meski Material Dicuri, Jembatan Bally Kisaran Masih Aman Dilalui

oleh -1.020 views

ASAHAN — Material Jembatan Bally yang menghubungkan Kelurahan Sentang-Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur diduga hilang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Meski begitu Jembatan Bally masih aman untuk dilalui masyarakat dan tidak terlalu berpengaruh akan kondisi struktural jembatan tersebut.

Seperti dikatakan oleh Kontraktor Pelaksana Jembatan Bally Rahmadiyanto walaupun diduga ada materialnya dicuri karena yang hilang bukan struktur rangka melainkan besi siku pelindung beton bawah, dan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan, kondisi jembatan bally masih aman dilalui masyarakat.

“Untuk rangka jembatan tidak ada yang hilang, dan jembatan Bally masih aman dilintasi masyarakat, Namun yang hilang adalah besi siku pelindung beton bawah antara secsion. Namun itu tidak mempengaruhi struktur bangunan,” jelasnya kepada wartawan. Selasa (21/1)

Sementara itu, Syamsul Lurah Mutiara menjelaskan bahwa yang hilang adalah besi siku, namun tidak tidak mempengaruhi struktur dan kekuatan jembatan.

“Pihak kami sudah memerintahkan kepala lingkungan dan mengharapkan peran serta masyarakat untuk ikut menjaga jembatan, sehingga terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Mari kita bersama menjaga dan merawat jembatan, karena hal ini untuk kita bersama, terutama dalam kemudahan transportasi masyarakat,” terang Syamsul.

Sebelumnya diberitakan material jembatan Bally yang menghubungkan Kel.Sentang-Mutiara, Kec. Kisaran Timur, Kab. Asahan, diduga dicuri.

Pencurian material seperti rangka baja untuk pengikat bagian atas jembatan, diduga sudah beberapa kali terjadi.

Hal ini, menimbulkan kekhawatiran berkurangnya kekuatan jembatan yang membentang di atas aliran sungai Silau tersebut.

”Lihatlah ini, sudah banyak yang dicuri orang. Kita khawatir jembatan ini bakal ambruk,” kata Zulpan, warga Kec. Kisaran Barat, saat melintas di lokasi, Kamis (16/1).

Kadis Kominfo Asahan Rahmad Hidayat Siregar dikonfirmasi wartawan mengatakan, Pemda akan kordinasi dengan Polres untuk menindak aksi pencurian material jembatan tersebut.

Selain itu, lanjut dia, Camat, Lurah dan Kepling akan dikordinasikan supaya memantau jembatan itu guna mencegah pencurian material oleh oran tidak bertanggungjawab.

”Kita sangat mengharapkan kesadaran masyarakat supaya sama-sama mencegah aksi pencurian material jembatan,” harapnya

Dia menyatakan, jembatan itu dibangun untuk mempermudah akses jalan, sebagai jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di Jalinsum.

”Apalagi yang banyak menggunakan jembatan itu anak sekolah, karena lebih aman dibanding jika harus memanfaatkan Jalinsum,” kata Hidayat.

Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Mutiara dengan Kelurahan Kedai Ledang dibangun Pemkab Asahan pada tahun anggaran 2017 dengan dana sebesar Rp 7,5 miliar

Sumber : waspada.id