PCPM Air Putih Bantu Suami Penderita Lumpuh, Istri Disabilitas di Desa Tanah Merah

oleh -67 views

Asahansatu || Tak kuasa menahan haru, Sartik dan Sumarno menangis bahagia saat di kunjungi Pemuda Muhammadiyah, Air Putih, di kediamanya. Tidak hanya Sartik sejumlah anak muda terlihat mengucurkan air mata, tak kuasa mendengar beratnya beban yang di pikul seorang istri, harus banting tulang mencari nafkah untuk menghidupi dua anak, dan mengobati suami yang 5 tahun menderita lumpuh, akibat penyakit Miopati Virus yang menyerang di batang otak.

Mendengar ada warga yang butuh uluran tangan, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Air Putih, langsung kunjungi kediaman Sartik (38) istri dari Sumarno(35) Warga Dusun Nibung Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara. Minggu Sore (14/03/2021).

Ketua PCPM Air Putih, Irfan Idris dan pengurus lainnya, didampingi Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Batu Bara, memberikan bantuan sembako dan uang penali kasih.

Disebut Irfan, sebagai Organisasi Otonom (Ortom) dari Muhammadiyah, yang telah menggalakkan “Gerakan Al-Ma’un”, dan sesuai dengan slogan Pemuda Muhammadiyah, “Fastabiqul Khairat” (Berlomba berbuat Kebajikan).

PCPM Air Putih merasa terpanggil ketika mendengar khabar dari warga dan berita Media Online Kedannews.com, ada seorang istri yang kondisinya disabilitas, harus bantun tulang menjadi buruh cuci, demi menghidupi dua anaknya yang masih sekolah, dan mengobati suaminya yang menderita lumpuh, selama 5 tahun lebih, ungkap Irfan.

Pemuda Muhammadiyah hadir dikediaman Sumarno, sekedar meringankan beban Sartik, “kami sangat – sangat terharu mendengar kisah buk Sartik, semoga Allah memberikan HidayahNya, dan buk Sartik tetap sehat, keluarga harus tabah menghadapi ujian ini,” ujar Irfan dengan haru.

PCPM Air Putih juga berharap bagi para dermawan yang lain untuk membantu keluarga Buk Sartik dan Pak Sumarno, “Insha Allah, kehadiran Pemuda Muhammadiyah di rumah ini sebagai pembuka jalan bagi para dermawan yang lainnya untuk saling bagi,” harap Ketua PCPM Air Putih.

Selama ini suaminya bekerja serabutan, terkadang mengomben, buruh tani kalau lagi musin panen padi, dan buruh bangunan, namun 5 tahun terakhir suaminya menderita lumpuh, terang Sartik

Awal mulanya tangan dan kaki teras keram, kepala terasa panas, lama kelamaan jadi kaku dan tidak bisa bergerak, kalau mau mandi, buang air terpaksa diangkat, ujar Sartik.

Kalau duduk gak bisa lama,”pernah waktu Sholat duduk, dan tumbang kebelakang kekiri dan kanan, karena tangannya kaku, gak bisa menahan,” urai Sartik sedih.

Untuk menghidupi keluarga terpaksa saya kerja cuci dan gosok pakaian, “setiap pagi ngambil upah nyuci pakaian sebanyak 6 pintu, sebulan dapat 1,2 juta, untuk makan dan biaya anak sekolah, biaya berobat, semua disitu,” ucap Sartik sambil menahan tangisnya.

“Cukup gak cukup ya di cukupkanlah, saya syukuri aja,” ujarnya lirih.

Dua tahunan silam ada dermawan yang memberikan kursi roda, namun belakangan ini sudah rusak.

Sartik berharap semoga ada bantuan dari pemerintah, untuk biaya perobatan suaminya, sudah pernah dibawa ke RS Adam Malik, karena keterbatasan biaya di bawa pulang,”sekarang berobat alternatif juga, itu pun yang punya praktek kasihan lihat kami, karena gak bisa nebus obatnya dan dibantu seadanya,”pungkas Sartik. (Plk)

No More Posts Available.

No more pages to load.