Pedagang Kaki Lima Inpres Pasang Badan Hadapi Penggusuran Pemkab Asahan

oleh -743 views

KISARAN — Para pedagang kaki lima yang tergabung dalam Komunitas Pedagang kaki lima (KOMPAK 5) Asahan siap ‘pasang badan’ melakukan perlawanan. Hal itu terkait rencana penggusuran yang dilakukan Pemkab Asahan di sepanjang Jalan Diponegoro dan Jalan Listrik Kisaran,Rabu,(16/5).

“Yang jelas kita akan melakukan perlawanan terhadap penggusuran itu. Kita tidak takut dengan ancaman penggusuran itu.Kita siap mandi darah,” tegas Sekretaris KOMPAK 5 Asahan, Sutan Nasir Koto ketik dikonfirmasi terkait rencana penggusuran pedagang.

Menurutnya, dirinya bersama ratusan pedagang kaki lima siap menghadapi ancaman penggusuran Pemkab Asahan. Pasalnya, rencana penggusuran itu dinilai telah mencederai hati para pedagang yang selama ini patuh terhadap peraturan.
Apalagi, katanya, mereka minta waktu toleransi hanya selama bulan Ramadhan dan akan membongkar lapak jualan usai lebaran. Meskipun Pemkab Asahan bersikeras, pihaknya akan tetap merapatlkan barisan untuk melakukan perlawanan.

“Pokoknya kita siap menghadapi pemerintah yang zolim yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Kita siap mandi darah untuk melakukan perlawanan dengan siapapun yang menghalangi untuk mencari makan”, ungkap David salah seorang pedagang. “bangkit melawan atau mati kelaparan”, ujarnya lagi.

Hari ini, ratusan pedagang kaki lima (PKL) Asahan menghadapi petugas satpol PP yang melakukan penggusuran. Persiapan untuk melakukan perlawanan itu diitandai dengan beberapa kayu dan bamboo yang berada di sekitar lapak jualan para pedagang.

Perlawanan yang dilakukan PKL itu, terkait Pemkab Asahan menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Pasar Inpres Jalan Diponegoro Kisaran,Rabu,(16/5). Penertiban besar-besaran itu dilakukan karena dinilai telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang penertiban umum.

Informasi diperoleh dilapangan menyebutkan, Pemkab Asahan melibatkan petugas kepolisian dalam melakukan penertiban. Dengan alasaan mengganggu ketertiban umum dan merusak keindahan kota para pedagang dilarang berjualan di sekitar Jalan Diponegoro dan Jalan Listrik Kisaran.(**)

No More Posts Available.

No more pages to load.