Pekerja Gedung MAN Tanjungbalai Tuntut Gaji ke CV Mubdi RN

oleh

Asahansatu || Para pekerja gedung sekolah Madrasah Aliyah Negeri Kota Tanjungbalai, menuntut hak mereka yang belum dibayarkan oleh pihak CV. MUBDI RN atau CV. Khalimah Consultant, Rabu. (19/7/2023).

Di depan gedung sekolah MAN yang berada di Jalan Selat Tanjung medan, Kel. Selat Tanjung medan, Kec. Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai. Para pekerja berjumlah 5 orang, melakukan aksi tuntut hak para pekerja agar segera dibayarkan oleh pihak CV. Mubdi RN.

Adapun tuntutan yang mereka sampaikan dalam tulisan tersebut meminta agar pihak CV. Mubdi RN agar segera membayarkan hak mereka yang sudah 7 bulan tak kunjung diberikan oleh S selaku kontraktor.

“Bayar upah kami, Anak Kami Butuh Biaya untuk sekolah, Kembalikan hak anak dan istri kami, CV. Mubdi RN dan CV. Khalimah Consultant pemegang proyek MAN 2 Kota Tanjungbalai tidak membayar upah pada pekerja buruh bangunan”. Itulah sejumlah tuntutan yang dituliskan diposter para pekerja kepada pihak kontraktor.

Irwan Aritonang selaku kepala tukang ketika di konfirmasi mengatakan bahwa para pekerja sangat membutuhkan uang tersebut untuk kebutuhan ekonomi keluarga.

“Apa lagi ini memasuki tahun ajaran baru bang, kami yang mempunyai anak sangat membutuhkan uang tersebut untuk biaya sekolah dan kebutuh dirumah bang, sudah 7 bulan upah kami tak kunjung dibayarkan, kami mengutang kesana kemari untuk menutupi itu semua bang,” ucap nya.

Irwan juga mengatakan, bahwa selama ini pihak CV. Mubdi RN selalu berjanji akan membayarkan sisa upah para pekerja, namun hingga saat ini mereka tak kunjung menerima sisa upah para pekerja sebesar Rp. 44.000.000 (empat puluh empat juta rupiah).

Pada Kamis 13/7, Irwan menelepon S selaku pemilik cv tersebut dan berjanji akan berjumpa di Kabupaten Asahan untuk membayarkan sisa upah tersebut. Namun beliau merasa kecewa terhadap S yang tidak menepati janjinya.

“Iya bang, saat berkomunikasi via telepon beliau mengatakan bahwa dia (S) minta dibersihkan atas pemberitaan sebelumnya bang, dan dia juga bilang bahwa dengan seperti itu uang kalian tidak turun dengan sendirinya,” kata Irwan.

Jangan tanya jam saya, saya masih ada urusan. Bukan tidak bisa saya bayar media untuk menghapus situs itu, cuma habis uang kalian. Ucap S via telepon dengan Irwan.

Irwan akan menempuh jalur hukum terkait upah atau gaji yang belum dibayarkan oleh pihak CV. Mubdi RN ke Polres Tanjungbalai dan Kejaksaan Negeri Tanjungbalai.

Pihak CV. Mubdi RN diduga belum memenuhi undangan dari Tipikor Polres Tanjungbalai terkait dugaan korupsi pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru MAN Tanjungbalai.(HNS)