Peluncuran Satelit Nusantara Satu Oleh PSN Akan Koneksikan Internet Sampai 25 Ribu Desa

oleh -688 views

JAKARTA – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) berencana meluncurkan Satelit Nusantara Satu, satelit broadband pertama di Indonesia pada 22 Februari 2019. Ia diharapkan dapat mengakses akses internet di berbagai pelosok Indonesia.

“Dengan peran internet yang lebih besar bagi keuangan, satelit ini akan memberikan nilai lebih bagi masyarakat ekonomi,” kata Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Hendra Gunawan melalui rilis yang diterima di Jakarta, Selasa (12/2).

Hendra menambahkan akses internet, khususnya di wilayah Indonesia Timur, tentu akan berdampak positif bagi terbukanya peluang-peluang ekonomi baru. “Teknologi informasi adalah salah satu kunci kemajuan ekonomi modern saat ini. Satelit Nusantara Satu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap internet dan modal ini untuk kemajuan masyarakat di pelosok Indonesia,” tambahnya.

Akses internet yang meluas juga akan mendukung birokrasi yang efisien dan mendorong dana penggunaan di daerah, kini disediakan pemerintah pusat semakin agresif menyalurkan dana pembangunan ke wilayah perdesaan.

“Nusantara Satu kami dapat diakses di internet 25 ribu desa di Indonesia,” kata Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso.

Menurut dia, hal itu akan sangat strategis untuk percepatan pembangunan ekonomi dan pembangunan, seperti mendukung internet dan media sosial yang dapat membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi perusahan usaha mikro untuk mengembangkan bisnisnya di daerah dan juga sistem pendanaan desa yang dibuat harus dilakukan secara online.

Melalui satelit Nusantara Satu, PSN membuka 25 juta orang Indonesia mendapat akses terkoneksi ke internet. Target pengguna internet ini (UMKM), pengusaha kafe, warung-warung yang semakin menjamur di daerah, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan masyarakat hingga Badan Pengadaan Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Sampai akhir tahun ini kami mengharapkan 10 ribu desa yang sudah terkoneksi. Sampai saat ini sudah sekitar tiga ribu dan dua puluh lima ribu desa telah selesai sekitar tahun 2020-2021,” kata Adi.

Nusantara Satu merupakan satelit broadband pertama di Indonesia yang dibekali teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang dapat menyediakan layanan internet kecepatan tinggi dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional di Tanah Air. Nusantara Satu memiliki kapasitas hingga 15 Gbps atau sekitar 3 kali lipat kapasitas satelit konvensional

Kebutuhan total satelit broadband saat ini adalah 189 transponder, namun baru 57 persen diangkut atau 103 transponder yang mampu diluncurkan operator nasional.

Sisanya, yaitu 86 transponder yang dipindahkan oleh operator asing yang memiliki slot orbit di atas wilayah Indonesia atau lebih dekat dengan Indonesia.

Satelit Nusantara yang diluncurkan oleh Space System Loral (SSL), sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, akan diluncurkan di Cape Canaveral, Amerika Serikat menggunakan roket peluncur Falcon-9 dari perusahaan Space-X.

Nusantara Satu juga dilengkapi dengan teknologi Penggerak Listrik Generasi Selanjutnya yang membuat satelit menjadi hemat biaya dan efisien karena berat satelitnya menjadi sangat ringan dan efisien membuat biaya investasi lebih terjangkau.

“Sebagai perusahaan satelit swasta pertama dan pionir di industri satelit Nasional, PSN akan terus melakukan terobosan agar satelit dapat menjadi ujung tombak kemajuan Indonesia. Satu negara adalah salah satu dari strategi jangka panjang PSN untuk mewujudkan hal itu,” lanjutnya.

Satelit Nusantara Satu memiliki kapasitas 38 transponder C-Band dan Extended C-Band serta 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas bandwith mencapai 15 Gigabita per detik (Gbps). Satelit ini juga memiliki bobot pada saat dikeluarkan yaitu sebesar 4,735 Kg, juga memiliki Spacecraft Power (EOL) sebesar 9985 watt.

Sebagai yang dikirimkan oleh Satelit Nusantara Satu wilayah seluruh Indonesia hingga Asia Tenggara. Setelah meluncur, satelit ini akan ditempatkan pada slot orbit 146 derajat bujur timur, tepat di atas Papua.

Kemudian, satelit akan diaktifkan melalui Pusat Kontrol Satelit di Jatiluhur, Jawa Barat.PSN juga menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk perlindungan atas pinjaman dan operasional kompilasi satelit yang telah diperbaiki.(REPUBLIKA)