Pengibaran Bendera Israel di Papua Bertentangan dengan Semangat UUD 45

oleh -314 views

Asahansatu – Pengibaran bendera Israel oleh sekelompok warga di Papua dinilai sebagai tindakan yang melawan semangat konstitusi. Anggota Komisi I DPR Arwani Thomafi mengatakan, perbuatan itu bertentangan dengan alinea pertama Pembukaan UUD 1945.

Dalam alinea tersebut bangsa Indonesia secara tegas menolak setiap bentuk penjajahan di muka bumi. Tentu, hal ini juga berlaku untuk perbuatan Israel yang menjajah Palestina.

“Israel secara nyata dan terang telah melakukan penjajahan di Palestina. Aparat penegak hukum harus memastikan setiap tindakan masyarakat tidak bertentangan dengan konstitusi,” ujar Arwani saat dihubungi, Jumat (18/5).

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, sikap politik luar negeri Indonesia yang menempatkan Palestina sebagai jantung politik luar negeri Indonesia, harus dimaknai sebagai upaya nyata seluruh bangsa Indonesia.

“Yakni untuk mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan menolak setiap tindakan yang makin menjauhkan kemerdekaan Palestina,” katanya.

Arwani juga mendesak pemerintah bersikap lebih agresif terkait situasi di Palestina dengan menggunakan berbagai instrumen yang dimiliki. Hal ini dilakukan guna mencegah dan mengendurkan eskalasi, serta memastikan segera kemerdekaan di Palestina.

“Keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional, kerja sama negara-negara harus dimanfaatkan untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” ungkapnya.

Sementara, kebijakan Amerika Serikat yang menempatkan Yerusalem sebagai kantor kedutaan besar Amerika Serikat merupakan tindakan yang mencederai upaya damai yang selama ini dirintis.

“Belum lagi sikap Israel yang menembak 58 warga Palestina merupakan tindakan kejahatan yang tidak bisa ditoleransi,” pungkasnya.(AS-1)

 

 

Sumber: Jawa Pos

No More Posts Available.

No more pages to load.