Pentingnya Ice Breaking dalam Meningkatkan Komunikasi Pendidikan di SD

oleh

Asahansatu | | Untuk meningkatkan semangat belajar anak, sebagai seorang pendidik tentu harus tahu cara apa yang cocok agar anak tidak bosan dalam proses pembelajaran berlangsung.

Sebagian besar pendidik menggunakan ice breaking sebagai pemantik atau perangsang anak agar lebih semangat belajar. Ice Breaking merupakan salah satu media pembelajaran yang meyenangkan dengan mengedepankan unsur inovatif, kreatif, dan futuristik. Icebreaking merupakan peralihan situasi dari yang membosankan, membuat mengantuk, menjenuhkan, dan tegang menjadi rileks, bersemangat, serta ada perhatian dan ada rasa senang untuk mendengarkan atau melihat orang yang berbicara didepan kelas.

Proses pembelajaran sering berjalan biasa- biasa saja sesuai dengan prosedur dan jadwal yang telah ditentukan.

Seorang pendidik lebih sering terlalu patuh terhadap rutinitas tersebut tanpa memperhatikan kondisi dan kebutuhan siswa, dan hal ini berjalan setiap jam, setiap hari, setiap minggu dan seterusnya sehingga sangat besar kemungkinan siswa mengalami keletihan, kebosanan, kecemasan, ketakutan dan kejenuhan serta menimbulkan kurangnya komunikasi antar pendidik dan peserta didik.

Salah satu cara yang tepat agar meningkatkan komunikasi dalam pendidikan pada peserta didik dan pendidikan adalah menggunakan ice breaking.

Banyak sekolah di kota medan yang telah menerapkan ice breaking sebagai pembuka pembelajaran. Salah satunya MIN 4 Kota Medan.

Di MIN 4 Kota Medan, setiap pagi nya pendidik selalu memberikan beberapa ice breaking terlebih dahulu sebelum masuk ke kelas, sehingga anak lebih merasa ceria dan bersemangat sebelum melakukan proses pembelajaran.

Ice breaking dapat meningkatkan semangat belajar siswa sehingga mudah bagi pendidik untuk melakukan komunikasi kepada peserta didiknya.

Tujuan dari ice breaking yaitu untuk menghindari suasana bosan atau jenuh serta memunculkan sikap ingin tahu yang lebih tinggi saat proses pembelajaran berlangsung, sehingga dari sikap ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi tersebut terbentuk komunikasi yang baik antar pendidik dan peserta didik.(JHN)