Perawat RSUD HAMS Kisaran Bertindak Kasar Terhadap Pasien, HMI Cabang Asahan Angkat Bicara

oleh -1.087 views

Asahan Satu || Buruknya pelayanan yang dilakukan oleh salah seorang perawat di RSU HAMS Kisaran, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Asahan minta Bupati Asahan melakukan evaluasi dan mencopot jabatan Direktur RSU Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran.

“Kami meminta Bupati Asahan bertindak tegas dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja Dirut RSU HAMS Kisaran, atau bila perlu copot jabatannya, karena kita menilai semenjak di pegang oleh Edy Iskandar, pelayanan di RSU milik Pemerintah Kabupaten ini terkesan semakin jelek, hal ini terbukti pada tanggal 18 September 2020 ayah seorang alumni HMI, Zainal Arifin Hasibuan diduga mendapatkan perlakukan tidak baik dari seorang oknum perawat di RS tersebut, dimana saat itu orang tua Zainal dirawat di RS tersebut dan setelah mengetahui hasil pemeriksaan bahwa ayahnya mengidap penyakit gula yang mengakibatkan jari kakinya ayahnya harus dibedah dan pihak RSUD menyarankan agar ayahnya di rujuk ke RS yang memiliki spesialis bedah. Kemudian pihak keluarga mengikuti saran tersebut dan berencana membawa ayah Zainal ke RS Setio Husodo” ujar Ketua HMI Asahan Andri Hermawan Purba kepada Wartawan, Selasa (22/7).

Andri menambahkan setelah menyelesaikan administrasi, perawat menemui pasien untuk melakukan persiapan pindah, saat itu si perawat melakukan tindakan kasar sehingga menimbulkan efek bengkak pada bekas jarum infus, sebab ditarik dengan kasar.

“Kejadian penarikan jarum infus oleh perawat tersebut disaksikan pihak keluarga yang juga berprofesi sebagai perawat di salah satu RS di Kisaran, sempat terjadi cekcok saat itu, kita yang mendapatkan informasi adanya perbuatan tidak baik yang dilakukan oleh salah seorang oknum perawat, saya berserta kawan-kawan pengurus HMI Cabang Kisaran mendatangi RS karena tidak terima dan keberatan atas perlakukan yang dialami oleh keluarga besar HMI” ujar Andri seraya meminta agar Dirut RSUD HAMS Kisaran melakukan klarifikasi dan meminta maaf atas peristiwa tersebut.

“Sampai saat ini tidak satu pun pihak RSUD HAMS Kisaran yang mau meminta maaf atau melakukan klarifikasi atas perlakuan kasar yang dilakukan oleh oknum perawat RSUD Kisaran, sehingga kami meminta agar Bupati Asahan melakukan evaluasi terhadap kenierja Dirut RSUD HAMS Kisaran, sebab kami menilai Edi Iskandar tidak mampu memberikan pelayanan yang baik dan nyaman sebab bisa saja hal yang kami alami terjadi oleh pasien lain, makanya dari dasar tersebut kami meminta Copot Edi Iskandar dari Jabatannya sebagai Dirut RSU Haji Abdul Manan Kisaran, atau kami akan turun kejalan untuk mendesak agar Bupati bertindak tegas”ujarnya.

Sementara itu saat wartawan ingin melakukan konfirmasi terkait hail tersebut, Dirut RSUD HAMS Kisaran, Edi Iskandar belum berhasil ditemui.(**)