Polres Asahan ‘Kandangkan’ Tiga Pelaku Pengoplos Gas Bersubsidi

oleh -1.287 views

Asahan — Tim Satuan Tugas (Satgas) Kepolisian Resort (Polres) Asahan mengamankan tiga orang pelaku pengoplos gas bersubsidi. Ketiga pelaku masing-masing bernama Heri Irawan (29) warga Pasar Lembu Air Joman, Nanang Riadi (27) warga Punggulan Air Joman dan MNH (16), diringkus saat sedang melakukan pengoplosan.

Hal itu dikatakan oleh Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu bahwa kasus ini terbongkar berawal dari kecurigaan petugas atas aktifitas di sebuah pangkalan elpiji yang berada di Pasar X Melintang Dusun I Desa Punggulan Kecamatan Air Joman, pada 20 Desember 2019 lalu.

“Didapati di pangkalan itu berlangsung kegiatan ilegal yang dilakukan tiga orang pekerja, sedang memindahkan isi tabung gas bersubsidi 3 kilogram ke dalam tabung elpiji 12 kikogram non subsidi, Kita hadirkan disini 2 pelaku, yang satu lagi masih dibawah umur jadi tifak kita hadirkan,”ujar Kapolres didampingi Wakapolres Asahan, Kompol M.Taufik, dan Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ricky Purna Atmaja, saat menggelar konfrensi pers di halaman Mapolres Asahan. Kamis (2/1) siang hari

Lanjut Faisal, Modus yang dilakukan pelaku yaitu mengoplos gas dari tabung 3 kilogram, kemudian dimasukkan ke dalam tabung elpiji 12 kilogram. Tujuannya untuk dijual lagi, karena tabung yang berisi 12 kilogram memiliki harga yang lebih mahal.

“Kegiatan mengoplos yang dilakukan para tersangka, selain merugikan konsumen, juga dapat menimbulkan kebakaran, dari pengakuan para tersangka, kegiatan ilegal ini mereka lakukan atas suruhan Indra Sakti alias Een yang saat ini masih DPO (Daftar Pencarian Orang-red),” ujarnya

Pantauan wartawan, barang bukti yang disita Polres Asahan dari lokasi diantaranya berupa 91 unit tabung gas Elpiji 3 kilogram kosong, 28 unit tabung gas Elpiji 12 kilogram berisi, 53 unit tabung gas Elpiji 12 kilogram kosong, serta 12 buah besi kuningan yang dilubangi bagian tengahnya.

Selain itu ada juga dua buah besi yang berlubang dibagian tengah, 30 buah potongan paku besi, satu buah timbangan duduk dan satu unit mobil Daihatsu Zebra BK 1930 VF.

Sedangkan Pasal yang dipersangkakan kepada para terdangka yaitu Pasal 62 ayat (1) UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 53 huruf d UU No 22 tahun 2001 tentang Migas. Serta Pasal 32 ayat (2) UU RI No 2 tahun 1981 tentang Metrologi Ilegal.

“Kami jual ke rumah-rumah atau ke rumah makan bang. Sebulan bisa dapat (keuntungan) Rp 60 juta. Kami baru beberapa bulan ini aja ikut bang itupun makan gaji,” kilah kedua tersangka pada wartawan.

No More Posts Available.

No more pages to load.