Polres Tanjungbalai Dalami Hilangnya Uang Nasabah Bank BRI

oleh -396 views

Asahansatu || Unit Reskrim Polres Tanjung Balai di Jajaran Polda Sumut dalami Raibnya uang Nasabah BRI melalui LP Nomor : SP2HP / 922/VIII/Res/124/2021/ Reskrim ,Resor Tanjung Balai Jalan Sudirman Nomor 33 Tanjung Balai 21312 demikian dikatakan P. Angraini Siregar warga Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai selaku korban kepada sejumlah awak media pada (12/9/2021) Siang sekira Pukul 13.15 WIB. Di Tanjung Balai.

Dijelaskan kembali oleh Korban , SP2HP dari Polres baru satu kali diterimanya dan masih menunggu SP2HP berikut dari Polres Tanjung Balai sejak satu bulan lalu korban melaporkan pihak Bank ke Polisi ,kronologis awal raibnya uang sebesar Rp 15 juta pada tahun 2020 lalu itu saat Call Center BRI menghubunginya, pihak Call Center menghubungi menggunakan Nomor Call Canter yang tertuang dalam Email Banking pribadi saya, Call Center awanya mengaku dari BRI pusat sembari menyebutkan nama, alamat dan nomor ID saya belum selesai saya menjawab pertanyaan mereka saya memutuskan contak, saat itu juga saya cek Email, namun tak bisa Loging atau masuk ke sistem sebab masih digunakan, setelah saya berhasil Loging saya lihat rekening koran saya saldo dalam Rekening BRI saya dipindahkan ke Rekening atas nama orang lain, rekening itu melakukan pembayaran ke salah satu aplikasi jual beli Online dan seterusnya uang saya hilang,”padahal uang itu buat biaya kuliah saya diberikan orang tua.”Kata pelapor.

Korban raibnya uang di BRI berharap Polisi berkerja sama dengan OJK mengungkap kasus ini. P. Siregar selaku orang tua korban sangat kecewa dan akan menarik asetnya di BRI sebab BRI tak bisa dipercaya lagi, ia juga mengaku masih banyak lagi kelurga sahabat karib diluar kota mengalami kehilangan uang didalam rekening Bank BRI , menurutnya pihak Bank BRI Tanjung Balai harus bertanggung jawab penuh atas Raibnya uang Nasabah dan jangan membuat statmen yang sifatnya menyudutkan Nasabahnya , Nasabah tidak memiliki pemahaman yang sama dalam mencerna pesan dari petugas Bank , jika Bank Serius melindungi Nasabahnya BRI harus membuat Papan Pengumuman yang sifatnya transparan didepan Bank Masing Masing dengan Kalimat ,Kehilangan atau Raibnya uang Nasabah dalam rekening bukan tanggung Jawab Bank BRI walau awal raibnya uang nasabah itu setelah pihak Bank menghubungi nasabahnya.

P Siregar juga menuding ada persekongkolan atau kerja sama antar petugas Bank sehingga merugikan Nasabah, jika BRI mengaku telah mengingatkan Nasabah dengan Kalimat jangan percaya siapapun termasuk Call Center BRI dan petugas Bank BRI untuk memberikan nomor rahasia saat membuat buku tabungan dan ATM juga Emal Banking kenapa harus secara lisan dan tidak rutin juga permanen dilakukan pihak BRI berupa Iklan tulisan Himbauan yang besar masing masing didepan BRI agar Nasabah paham ,ini aneh kita selaku nasabah percaya 1000 persen makanya uang kita simpan di BRI ketika uang kita titip ke BRI Petugas berpesan agar Nasah jangan percaya pihak petugas Bank juga Call Center ,lalu kepada siapa Nasabah harus percaya jika tempat menitip uang saja sudah takbisa dipercaya”. Ketus P Siregar.

Nasabah berusaha keras akan menyeret pihak BRI ke depan Pengadilan dan OJK untuk mempertanggung jawabkan perbuatan Bank BRI melalui Operator Call Center BRI.

P Siregar juga sempat mengaku bertengkar mulut dengan sejumlah pimpinan cabang Bank BRI Tanjung Balai pasalnya saat melaporkan kehilangan uang anaknya , dalam pertengkaran itu pihak kepala cabang Bank menyudutkannya dengan mengatakan transaksi yang anaknya lakukan Syah bukan kesalahan Bank BRI Tanjung Balai Melainkan kesalahan BRI Pusat.

Saat awak media menkonfirmasi BRI Tanjung Balai ,pihak Bank enggan menjawab secara resmi walau konfirmasi dilakukan secara tertulis kepada pihak Bank , sejumlah Scurity BRI juga mengaku banyak nasabahnya mengalami kehilangan uang dalam rekening BRI sembari mengutarakan himbauan Call Center BRI yang resmi tertulis disetiap ATM Nasabah.

Sementara itu Aktivis Hukum Asahan Tanjung Balai Akmal Tanjung SH berpendapat Bank dianggap melajukan pembiaran terhadap kerugian Nasabahnya sebab hal ini sudah banyak makan korban Bank bisa saja dijerat dengan pasal Kelalaian .pendapat Akmal.

No More Posts Available.

No more pages to load.