Pungli Marak Dipasar Inpres Tanjung Tiram, Pedagang Curhat ke Bupati Batu Bara

oleh -964 views

Batu Bara – Lembaga Persaudaraan Pedagang Pasar Inpres Mandiri (LP3IM) Tanjung Tiram Batu Bara, menyampaikan keluhan banyaknya pungutan liar (pungli) di Pasar Inpres Tanjung Tiram di Kantor Bupati Batu Bara, Kamis (23/1).

Bupati Batu Bara Ir Zahir MAP diwakili oleh Asisten II Drs Sahala Nainggolan, MM sambut audensi , LP3IM Pasar Tanjung Tiram diruang kerjanya.

“Kami terima keluh kesah pedagang Pasar Inpres Tanjung Tiram, Jumat (24/1) akan menyurati seluruh instansi yg terkait, untuk menindaklanjuti, aspirasi dari pedagang pasar Tanjung Tiram, dan hasil pertemuan ini akan disampaikan ke Bupati Batu Bara,”sambut Sahala.

Sebelumnya LP3IM sudah mengajukan keberatan atas pungutan liar yang tidak punya dasar hukumnya, karena saat mengutip uang oknum dari LPM, Dinas Kebersihan, uang keamanan untuk pribadi, di Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan, Dinas Koperindag, makanyaa hari ini kami ingin mengadu kepada Bupati Zahir, jelas Ruslan.

Besar kutipan untuk kebersihan, untuk diluar lokasi pasar Rp 3000/ hari, Kutipan Oknum LPM Rp 2000/hari, uang jaga malam Rp 60.000/bulan, uang lapak jualan di pelataran pasar Rp 10.000/hari bagi pedagang baju, pedagang sayur Rp 3000.- per lapak jualan, sebahagian pedagang yang membuka dagangannya di pelataran pasar juga dikutip Rp 20 000.-/bulannya, papar Ruslan.

Ada beberapa oknum yang melakukan pengutipan pengutipan diantaranya, RM lbs, Hns, Sm, Rsl, mereka melakukan pengutipan dengan bervariasi, dan perzona, dan sebelumnya ada oknum dari Dinas Lingkungan hidup Kh Nd, mensosialisasikan agar pedagang membayar kutipan terkait kebersihan.

Yang menjadi pertanyaan para pedagang untuk penjaga malam tidak adanya tanggung jawab terhadap barang yang hilang, sehingga merugikan pedagang yang sudah memberikan uang bulanan.

Jumlah pedagang yang terdaftar di Dikoperindag 401 pedagang, yang aktif bedagang 468 pedagang, yang bergabung di LP3IM 150 Pedagang, kalau didata keseluruhannya berkisar 800 pedagang dengan kutipan variasi, tutur ketua LP3IM.

LP3IM Tanjung Tiram berharap pengutipan yang dilakukan harus resmi dilakukan oleh pejabat yang berwenang, dan menjadi pemasukan Pajak dan Restribusi Daerah Kabupaten Batu Bara, bukan untuk pribadi. (AS/Plk)