‘Pungli’ Uang Baju Seragam 2,5 Juta Per Kades Dibantah Kadis PMD Batu Bara

oleh -879 views

Batu Bara — Berkembangnya desas – desus adanya dugaan pengutipan uang untuk membeli pakaian dinas Kepala Desa (Kades) terpilih yang dikondisikan oleh Oknum Dinas terkait se Kabupaten Batu Bara dengan tegas dibantah Kadis PMD Radiansyah F Lubis, S. Sos, Kamis (12/12/2019).

Dihubungi melalui selulernya mantan Kasat Pol PP Batu Bara tersebut mengatakan tidak ada menginstruksikan pengutipan uang untuk pengadaan pakaian dinas Kades.

“Kalau memang ada Kades terpilih yang mengaku dikutip uang untuk pakaian dinas silahkan menemui saya di kantor”, tegas Radiansyah.

Sebelumnya Camat Air Putih Ryadi, S. Pd, M.Si lewat seluler juga membantah adanya kutipan uang pengadaan pakaian dinas.

Dikatakan Ryadi kalau untuk pengadaan pakaian dinas, Kades terpilih dipersilahkan menempa sendiri ditempat yang dipilihnya.

Hanya saja diingatkan Ryadi, patronnya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Diakui Ryadi memang ada pertemuan dengan Kades terpilih se Kecamatan Air Putih namun itu sebatas sosialisasi pakaian seragam sesuai Permendagri.

Kades terpilih Desa Aras Air Putih M. Yusuf lewat seluler juga membenarkan adanya pertemuan seluruh Kades terpilih se Kecamatan Air Putih di kantor Camat Air Putih.

Dikatakan Yusuf pada pertemuan tersebut Kabid Pemdes PMD hanya menawarkan kepada Kades terpilih untuk pengadaan pakaian seragam melalui Dinas PMD dengan biaya Rp. 2,5 Juta perorang.

Namun menurut Yusuf tidak ada penekanan terhadap Kades terpilih dan bila ingin menempah pakaian dinas ditempat lain dipersilahkan.

Menanggapi dugaan pengutipan uang pengadaan pakaian dinas Kades terpilih, salah seorang petinggi OKP Kabupaten Batu Bara Ketua GM PEKAT-IB, Toha Muttaqien,SE menduga kutipan itu memang ada namun Kades terpilih enggan mengakuinya.

“Terdengar kabar seperti itu, tapi kita tak bisa menduga duga. Harus ada fakta bukti dilapangan bahwa pengkondisian itu ditumpangi pemaksaan/penekanan dinas PMD yang beraroma pungli, jika benar itu jelas salah, kami sedang telusuri”, ujar Toha.

Bahkan informasi terakhir yang diperoleh wartawan mengatakan Kades terpilih di Kecamatan Air Putih menolak pengadaan pakaian dinas Kades melalui Dinas PMD.

Mereka memilih untuk menempah pakaian dinas ditempat yang mereka kehendaki.

Demikian pula Kades terpilih di Kecamatan Tanjung Tiram diinformasikan kompak menolak menempah pakaian dinas pelantikan mereka melalui Dinas PMD.

Lain dengan Air Putih dan Tanjung Tiram, di Kecamatan Talawi menurut informasi seluruh Kades terpilih baik yang baru maupun petahana menempah pakaian dinas melalui Dinas PMD dengan harga Rp. 2,5 Juta tidak termasuk atribut. (AS2/Plk)