Ratusan Nelayan Tradisional Desa Silo Baru Geruduk Mapolsek Air Joman

oleh -1.271 views

ASAHAN — Resah akan maraknya operasional kapal tojok kerang milik nelayan modern Kota Tanjung Balai yang merusak ekosistem laut di perairan Kabupaten Asahan. Ratusan nelayan tradisional dari Desa Silo Baru Kecamatan Silo Laut, Kabupaten Asahan, mendatangi Mapolsek Air Joman. Jumat (27/12)

Nelayan tradisional di Desa Silo Baru menjelaskan, merajalelanya kapal tojok kerang tersebut dinilai sangat meresahkan dan berdampak buruk terhadap penghasilan nelayan tradisional di Desa Silo Baru.

“Karena ikan besar dan kecil habis disapu bersih mengakibatkan kelangkaan ikan. Disamping itu, akibat beroperasinya kapal tersebut, ekosistem laut menjadi rusak, ” ungkap mereka.

Banyak nelayan tradisional, lanjut mereka, hidupnya berada di bawah garis kemiskinan. sementara potensi ikan cukup menjanjikan.

“Akan tetapi, dengan hadirnya kapal tojok kerang yang bebas berkeliaran dan memasuki zona laut di Kabupaten Asahan, sudah tidak ada lagi ikan yang bisa ditangkap oleh nelayan tradisional. Bagaimana lah bang, alat tangkap kita apa adanya. Sedangkan kapal tojok kerang itu sudah pakai alat canggih, ” ujar mereka.

Sementara itu, Kapolsek Air Joman, Iptu HW Siahaan mengungkapkan, kehadiran nelayan tradisional tersebut sebagai bentuk protes terhadap aktivitas nelayan tradisional yang berasal dari Kota Tanjung Balai.

“Kehadiran para nelayan tradisional itu untuk melakukan mediasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Namun, pihak nelayan modern tersebut dianggap ingkar janji, ” ujar Iptu HW Siahaan.

Dirinya berharap kepada para nelayan tradisional Desa Silo Baru agar tidak berlaku anarkis terhadap nelayan modern tersebut.

Usai mendengarkan penjelasan tersebut, para nelayan tradisional Desa Silo Baru tersebut membubarkan diri dengan tertib.(AS4)