Realisasi Bantuan Kewirausahaan Produktif Provsu di Kota Tanjungbalai Sarat Korupsi

oleh -438 views

Asahan Satu || Realisasi penyaluran bantuan kewirausahaan produktif tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan di lingkungan Pemko Tanjungbalai disinyalir sarat dengan dugaan Korupsi, pasalnya barang yang di salurkan ke Masyarakat Tanjungbalai tidak sesuai dengan apa yang dipesan.

Sebelumnya pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara menggelar pelatihan kewirausahaan produktif yang di laksakan pada tanggal 22 s/d tanggal 26 Desember 2020 di resto raja bahagia, beberapa waktu yang lalu, yang di hadiri oleh 20 orang peserta, di saat itu pihak disnaker propsu mengusulkan agar peserta membuat pesanan barang sesuai kebutuhan usaha masing masing senilai Rp.4.000.000/peserta.

Namun pada saat pelatihan dilaksanakan pihak disnaker propsu merobah lagi perjanjian tersebut menjadi Rp. 3.800.000/peserta, dengan alasan pemotongan tersebut untuk keuntungan pihak ketiga dan pembayaran pajak.

Aneh nya lagi, disaat barang yang diantar ke kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai, Selasa ( 26/1) nilai barang yang diterima jauh lebih dibawah dari nilai Rp.2.800.000 dan barang yang diterima juga tidak sesuai dengan barang yang di sudah dipesan oleh peserta, bahkan tabung gas yang di serahkan kepada peserta tabung gas 3 kg, yang disubsidi oleh pemerintah yang biasa diperuntukkan untuk rumah tangga kurang mampu, bukan tabung gas khusus untuk usaha, disamping itu datang nya barang sudah melewati batas tahun anggaran 2020.

Mala yang mengaku hanya pengantar barang saat di temui di kantor disnaker Pemkot Tanjungbalai Selasa (26/1) tidak mengetahui secara pasti terkait dengan barang barang yang diantarnya, dia ditugaskan hanya mengantarkan barang.

Menanggapi masalah ini, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkot Tanjungbalai, Muhammad Irvan Zuhri,S.STP saat dikonfirmasi di kantor nya jalan. Mayjend Sutoyo No.14 Kota Tanjugbalai membenarkan ada nya bantuan tersebut.

“Hanya saja terkait dengan barang yang dipesan dan tidak sesuai dilapangan kita tidak mengetahui secara pasti sebab kegiatan ini kegiatan Provinsi, selaku daerah Kita hanya membantu memfasilitasi kegiatan saja”,ujar Irvan Zuhri.(Med)