Selisih Pelepasan HGU PT.BSP Kisaran 5.35 Hektar, Masyarakat WTR Asahan Surati Presiden RI

oleh -756 views

ASAHAN — Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Wiraguna Tanah Rakyat (WTR) melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Ir H Joko Widodo terkait dugaan adanya penyimpangan pelepasan/penanggalan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk Kisaran.

Hal itu ditegaskan, Ketua Kelompok WTR, Susilawadi dengan didampingi pengurus lainnya, Senin (25/3) di areal lahan yang diklaim sebagai tanah negara di Jalan Pondok Indah Lingkungan VI Kelurahan Sei Renggas Kecamatan Kota Kisaran Barat.

“Kami sudah layangkan surat ke Presiden yang tembusannya Bupati Asahan. Surat yang dilayangkan memberitahukan kedudukan atas tanah yang berlebih dari pelepasan yang diduga bermasalah itu,” kata Susilawadi.

Selanjutnya dikatakan, menurut data yang diperoleh. Pelepasan/Penanggalan hak yang dilakukan PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk terhadap lahan seluas 126.500 M2 yang termasuk dalam bagian dari lahan Hak Guna Usaha (HGU) dengan Sertifikat Nomor 2 (02.07.12.01.2.00002) tgl.1-5-1997 kepada PT.Graha Asahan Indah dengan dalih untuk menyesuaikan penggunaan tanahnya dalam pembangunan/pengembangan Wilayah Kota Kisaran sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Wilayah Kota Kisaran, Perda Tingkat II Asahan Nomor 7 Tahun 1995 Tanggal 26 Oktober 1995, diduga tidak sesuai dengan Pasal 6 UU Pokok Agraria tentang fungsi sosial tanah.

Pada saat itu, Bupati Asahan sebagai kepala daerah mengetahui dan Kepala BPN Asahan menjadi saksi pada surat pelepasan yang ditandatangani para pihak.

“WTR akan menelusuri kembali, karena kuat dugaan pelepasan itu menyalahi aturan,” ungkapnya.

Kembali dikatakan, fakta dilapangan sesuai dengan peta kerja, lahan yang dikosongkan oleh PT.BSP Tbk Kisaran seluas kurang lebih 18 hektar. Sementara sesuai surat yang ditandatangani para pihak pada Hari Jumat tanggal 28 Desember 2001, luas lahan yang ditanggalkan/lepaskan dari HGU Nomor 2 itu seluas kurang lebih 126.500 M2. Maka dari itu terdapat selisih seluas 5,35 Hektar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak – pihak yang bisa dikonfirmasi terkait keabsahan pelepasan HGU PT. BSP Tbk Kisaran kepada PT.Graha Asahan Indah.

Terpisah Ketua Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM PEKAT-IB) Kab.Asahan Muhammad Dadang Irwan Rany,SH menyatakan dukungan penuh atas langkah yang diambil Kelompok Wiraguna Rakyat (WTR)

“Kami dukung penuh perjuangan rekan – rekan WTR Asahan, sepantasnya lahan yang tidak di manfaatkan seharusnya diberikan kepada masyarakat, apalagi lahan tersebut selisih dari pelepasan HGU PT.BSP. Kami (GM Pekat-IB) akan tawarkan pendampingan hukum dan gerakan massa kepada masyarakat WTR, imbuhnya kepada asahansatu.co.id.(**)