Sempat Buron, Tim Kejari Dairi Tangkap Pelaku Kasus Korupsi TA 2008

oleh -782 views

MEDAN — Tim gabungan Kejari Dairi diantaranya dibantu dengan Personil Pidsus & Intel Kejatisu, serta Aparat Polri berhasil menangkap seorang yang menjadi DPO Perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadaan Kendaraan Angkutan Air Bermotor Jenis Kapal Laut di Dinas Kebudayaan, Pariwisata & Perhubungan Kabupaten Dairi pada Tahun Anggaran 2008.

Pelaku yang bernama Party Pesta Oktoberto Simbolon, ST (49) warga Kompleks KLK, Blok D/5, Panji Porsea, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, ditangkap di Jalan Timor Kota Medan tepatnya didepan SLTP 37 Kota Medan, sekira pukul 07.10 WIB.

Hal iti dikatakan, Kajari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki, SH., MH menerangkan bahwa pelaku ditangkap berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-02/N.2.18/Fd.1/07/2018 Tanggal 02 Juli 2018 dgn Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 359.090.909,- (Tiga ratus lima puluh sembilan juta sembilan puluh ribu sembilan ratus sembilan rupiah)

Diketahui dalam kasus ini, bahwa Party Pesta Oktoberto Simbolon, ST yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Keselamatan Teknik, Sarana, Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi, tidak tersandung sendirian, sejak ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Sebelum itu, pelaku lainnya atas nama Nora Butar-Butar saat ini masih melakukan upaya banding di Pengadilan Tinggi Medan, serta atas nama Naik Syaputra Kaloko, SP, MM, Drs. Naik Capah, dan & Drs. Pardamean Silalahi yang hingga saat ini sudah dijatuhkan hukuman,”jelasnya

Lebih lanjut, setelah ditetapkan buron, Kejari Dairi kemudian melakukan koordinasi dengan unsur-unsur terkait untuk mencari keberadaan pelaku, selama kurang lebih 3 bulan dilakukan upaya pencarian. Diketahui pelaku menetap dan tinggal di Kota Medan.

“Tim gabungan langsung melakukan identifikasi keberadaan Target Operasi (TO) yang ditemukan berada di Jalan Timor tepatnya di depan SLTP 37, Kota Medan, dan selanjutnya TO diamankan tanpa perlawanan dab langsung dibawa ke Kejatisu untuk diproses lebih lanjut,”terang Syahrul.