Seorang Remaja Tewas Gantung Diri Karena Tidak Dibelikan Kereta

oleh

Asahansatu | Miris, seorang remaja AP (18) warga Desa Sumber Tani, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumah kosong persis disamping rumahnya. Korban gantung diri karena kecewa dengan orang tuanya yang tidak membelikannya kerata (sepeda motor) .

Kapolsek Labuhan Ruku, Polres Batu Bara, AKP Ferry Kusnadi, SH, MH, membenarkan peristiwa tersebut. Sabtu (25/3/2023).

Disebut AKP Ferry, Polsek Labuhan Ruku menerima informasi warga sekira pukul 11.00. Wib, terkait ada ditemukan sosok mayat yang tergantung dengan tali di rumah kosong.

“Kejadiannya di Dusun III, Desa Sumber Tani, Kecamatan Datuk Tanah Datar, korban ditemukan ayah kandungnya, Tugiman, Sabtu (25/3/2023) sekira pukul 11.00. Wib dengan posisi tergantung. Ayah korban langsung memberitahukan kepada keluarga kalau anaknya sudah tidak bernyawa lagi,” sebut Ferry.

Sebelumnya pada Jumat (24/3) ibu kandung korban menyuruh untuk mengisi drum air sekira pukul 17.00. Wib, namun korban masih main – main sehingga air melimpah.

“Pada malam Sabtu sekira pukul 21.00. Wib korban mengatakan minta dibelikan sepeda motor, namun karena ekonomi orang tua tidak sanggup, belum bisa di penuhi. Korban sempat mengatakan kalau orang tuanya tidak sayang lagi kepadanya, korban pun pergi dari rumah,” jelas Ferry.

Tetangga korban Wahyu Supratman (55) pada pagi Sabtu sekira pukul 05.00. Wib mendengar suara drum terjatuh dan jam 11.00 Wib korban ditemukan sudah tewas tergantung.

“Polsek Labuhan Ruku langsung turun melakukan olah TKP, dari hasil pemeriksaan luar oleh dr. Siti Harpipa dari Puskesmas Labuhan Ruku tidak ada ditemukan tanda – tanda kekerasan dan murni tewas karena gantung diri sesuai dengan bukti yang ada. Keluarga juga telah sepakat untuk tidak dilakukan otopsi,” ujar AKP Ferry.

Korban kini sudah dikebumikan oleh pihak keluarga, barang bukti tali, pakaian korban dan drum diamankan petugas Polsek Labuhan Ruku. (Plk).