Setahun Jadi Bandar Ganja dan Sabu, Akhirnya Acip Pun Tidur Di Balik Jeruji Besi

oleh -1.042 views

Batubara — Tersangka bandar narkotika yang telah lama menjadi target operasi berhasil diringkus tim Reskrim Polsek Medang Deras kemarin malam.

Setelah menjalani penyidikan di Unit Reskrim Polsek Medang Deras kasus berikut tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke Satres Narkoba Polres Batubara, Kamis (24/01/2019) malam.

Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang kepada wartawan usai pelimpahan kasus menjelaskan tersangka Acipto alias Acip (43) warga Dusun I Desa Pakam Raya Kec. Medang Deras Batubara, sudah lama menjadi target operasi.

Banyak sudah laporan masyarakat masuk yang merasa resah akibat tersangka yang sehari-harinya mengusahakan doorsmeer roda dua di rumahnya terus menerus menjual narkoba jenis sabu maupun daun ganja.

Diungkapkan Kapolres, tersangka yang sudah hidup berpisah dari istrinya mengakui seluruh barang bukti yang disita miliknya.

Barang bukti yang berhasil disita adalah 9 Amp/bungkus Ganja kering, 3 paket sedang Narkotika jenis Shabu, 1 paket kecil Narkotika jenis Shabu.

Selain itu 1 potongan pipet (untuk skop shabu), 1 bungkus kosong Rokok Merk Umild, 1 buah botol kosong kaleng CDR dan 20 bungkus plastik kecil klip transparan.

Penangkapan tersangka kejahatan narkotika dikatakan Kapolres merupakan salah satu prioritas utama Polres Batubara. ” Kita akan terus menggencarkan penangkapan tersangka narkotika agar Batubara sebagai wilayah hukum Polres Batubara bisa bersih dari narkoba,” ujar Kapolres.

Atas pertanyaaan Kapolres, tersangka mengaku sudah setahun mengedarkan narkotika jenis sabu dan ganja di sekitar Simpang Galon Desa Pakam Raya Kec. Medang Deras. Keuntungan rata-rata perhari dikatakan sebesar Rp. 200.000.

Sementara saat ditanya darimana mendapatkan barang haram tersebut dengan suara lemah tersangka menyebutkan sabu diperolehnya dari seorang laki-laki berinisial A sedangkan daun ganja diperoleh dari seorang laki-laki berinisial R.

Tersangka dijerat Pasal 114 UU tentang Narkotika dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. (AS1/Plk)