Sidang Lanjutan Perkara MTQN XXXV

oleh
oleh
Drs H Sofyan MM Sekda Kab Asahan Nonaktif didampingi Kuasa Hukum saat di PN Tipikor Medan

Asahan – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana penyelenggaraan MTQN XXXV Tahun 2015 dengan terdakwa Sekda Kab.Asahan Nonaktif dan Sekretaris BKD Nonaktif.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Wahyu Prasetyo Wibowo dengan Hakim anggota Sontan Merauke dan Merry Purba, Kamis (16/11) dengan agenda mendengarkan keterangan tiga orang saksi yang kembali dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) masing – masing, “Jaya Prana Sembiring, Supriadi SL dan Aslamiyah,”.

Sidang lanjutan setelah pembacaan dakwaan oleh JPU, saksi yang pertama kali memberikan keterangan di depan majelis hakim masing – masing,“Mahendra, Zainal Arifin  Sinaga dan Sri Lusi Masdiany,” jelas Humas PN Medan.

Pejabat Pemkab Asahan Nonaktif itu didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp. 487 juta, pada pelaksanaan MTQN XXXV Tahun 2015 di Kabupaten Asahan selaku tuan rumah dan atas perbuatan tersebut, kedua terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara menurut sumber di PN Medan, pada sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi yang dihadirkan JPU, saksi Supriadi SL mengaku selaku pemenang tender dan harga yang disepakati sesuain kontrak, saksi lain juga memberikan keterangan sesuai dengan pertanyaan majelis Hakim,”intinya saksi hanya mengetahui anggaran sesuai yang dibebankan oleh panitia dan panitia tidak mengetahui,”ujar sumber.(Maruli Simamora)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.